Selasa 19 Sep 2017 02:51 WIB

Etape Pertama TdM 2017 Berlangsung Sukses Meski Hujan

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Dwi Murdaningsih
  Pemandangan Gunung Gamalama terlihat dari kawasan objek wisata Batu Angus di Kota Ternate, Maluku Utara, Ahad (28/12).  (Antara/Widodo S. Jusuf)
Pemandangan Gunung Gamalama terlihat dari kawasan objek wisata Batu Angus di Kota Ternate, Maluku Utara, Ahad (28/12). (Antara/Widodo S. Jusuf)

REPUBLIKA.CO.ID, PIRU -- Setelah secara resmi dibuka di Kota Ambon, Ahad (17/9) kemarin, Tour de Molvccas (TdM) 2017 bergulir. Etape pertama TdM 2017 diawali di Ibukota Kabupaten Seram Bagian Barat, Kota Piru, Senin (18/9) pagi. Dengan menempuh jarak sejauh 179,9 kilometer, etape pertama TdM 2017 berakhir di depan Kantor Kementerian Keuangan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Maluku, Masohi, Kabupaten Maluku Tengah.

Pelepasan 63 pebalap dari 16 negara tersebut dilakukan oleh Wakil Gubernur, Zet Sahuburua. Selain itu, hadir pula Bupati Seram Bagian Barat, Yasin Payado, dan Ketua Pelaksana TdM 2017, Saimima. Meski sempat diwarnai guyuran hujan, namun para pebalap akhirnya bisa menyelesaikan etape tersulit dan terpanjang di TdM 2017 tersebut.

Sahuburua menuturkan, ini merupakan event pertama yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Maluku bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. TdM 2017 juga menjadi event bertaraf internasional pertama yang digelar di Maluku. Sahuburua pun optimistis, TdM dapat menjadi agenda rutin tahunan Pemerintah Provinsi Maluku. Selain itu, TdM juga menjadi bisa menjadi sarana promosi dan mengangkat bisnis pariwisata di Maluku.

''Ini pertama kalinya Provinsi Maluku menggelar perhelatan bertaraf internasional, dan saya akui, masih banyak kekurangan di sana-sini. Tapi sejauh ini, masih bisa diatasi, yang terpenting acara bisa berjalan hingga hari ini dan bisa berjalan baik hingga selesai,'' ujar Sahuburua.

 

Bupati Seram Bagian Barat, Yasin Payado, mengaku cukup bangga dengan antuasisme yang ditunjukan masyarakat Seram Bagian Barat dalam menyambut event TdM 2017 ini. Sepanjang jalan dilalui para pebalap dari Piru menuju Masohi, penduduk memang terlihat berjajar di sepanjang tepi jalan untuk menyambut rombongan para pebalap. Selain itu, ada pula anak-anak sekolah, dari tingka sekolah dasar hingga sekolah tingkat atas, juga terlihat menyambut rombongan para pebalap. Antusiasme ini pun tidak surut meskipun sempat diguyur hujan.

''Banyak anak sekolah yang meskipun hujan, tetap semangat mengibarkan bendera-bendera dari berbagai negara di tepi jalan,'' kata Yasin.

TdM 2017 digelar selama lima hari di Provinsi Maluku, 18 hingga 23 September. Sebanyak 63 pebalap dari 16 negara mengikuti event olahraga berbasis pariwisata ini. TdM 2017 akan melintasi tiga kabupaten dan satu kota, serta terbagi dalam lima etape. Sebagai bentuk promosi pariwisata, sejumlah rute di TdM 2017 akan melintasi berbagai tempat wisata di Provinsi Maluku. Selain itu, rute-rute di TdM 2017 juga bakal melintasi berbagai tempat yang menampilkan keindahan alam Maluku, seperti di pesisir pantai, kawasan berbukit, dan hutan lebat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement