Senin 11 Sep 2017 15:49 WIB

Jokowi Minta Karnaval Danau Toba Konsisten

Pedagang sovenir khas Danau Toba menunggu wisatawan di Desa Wiata Tomok, Samosir, Sumatra Utara, Senin (22/8).
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Pedagang sovenir khas Danau Toba menunggu wisatawan di Desa Wiata Tomok, Samosir, Sumatra Utara, Senin (22/8).

REPUBLIKA.CO.ID, BALIGE - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi hadir di Karnaval Pesona Danau Toba 2017 yang dilaksanakan di kabupaten Toba Samosir, Balige Pada Ahad (10/9).

 

Menkomar Luhut menyebut Karnaval Pesona Danau Toba ini merupakan lanjutan karnaval yang sebelumnya dan juga sukses digelar. Karnaval kebudayaan seperti ini, sebut Luhut, merupakan perintah Presiden RI Joko Widodo untuk terus melestarikan kebudayaan yang ada di Indonesia, dimana sebelumnya juga telah digelar Pesona Karnaval Parahyangan di Bandung  pada 26 Agustus lalu, yang juga dihadiri Presiden.

 

"Kemarin saat kunjungan ke Singapura, Pak Presiden menanyakan bagaimana persiapan Karnaval Pesona Danau Toba? Beliau sangat konsen sekali terhadap karnaval budaya seperti ini dan diharapkan bisa terus berlanjut juga di berbagai daerah di Indonesia," kata Luhut saat sambutannya sebelum pawai Karnaval Pesona Danau Toba 2017 Ahad (10/9) dimulai.

 

Luhut juga mengapresiasi Karnaval yang diinisiasi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang merupakan bagian apresiasi terhadap seni budaya yang ada di Sumatera Utara. Dirinya menyebut gelaran budaya seperti ini harus didukung dengan untuk melestarikan budaya asli masyarakat setempat.

 

"Acaranya nanti bisa berpindah-pindah di tempat lain, dan juga kegiatannya bisa juga bermacam-macam. Tetapi tujuannya satu, untuk membangun budaya, jangan budaya kita hilang karena modernisasi. Pemerintah berkomitmen terus untuk melakukan ini," katanya.

 

Luhut yang juga orang Batak, sesekali melakukan sambutannya dengan bahasa Batak menyebut jika orang Batak tidak boleh terpecah belah dan harus kompak. "Kita itu orang Batak harus kompak, orang Indonesia harus kompak. Perbedaan kita banyak, tetapi itu justru harus memperkuat kita," ujarnya.

 

"Mengapa karnaval ini dilakukan hari Minggu dan seusai Gereja? Karena sehabis itu semua warga bisa menikmati, kebersamaan, dan kompak. Perkenalkan ini Dirut Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) Arie Prasetyo, seorang Jawa-Deli. Jadi memang kadang harus orang Jawa yang ngatur kita orang Batak biar kompak, agar Danau Toba jadi destinasi kelas dunia," kata dia.

 

Setelah selesai sambutan, Menkomar Luhut di agendakan untuk melepas pawai karnaval. Sebelum mengibarkan start, Luhut mendadak meminta Menpar Arief untuk memberikan sambutan singkat yang sebelumnya tidak diagendakan.  Menpar Arief Yahya dengan semangat langsung menyapa ribuan warga Balige didepan lokasi start karnaval.

"Horas! Horas! Horas! singkat saja, Danau Toba jika ingin menjadi destinasi kelas dunia harus perhatikan 3A, Atraksi, Akses dan Amenitas-nya," kata Menpar.

Dia mengatakan Danau Toba itu geopark, dan harus mendapat pengakuan dari UNESCO sehingga Danau Toba mendapat pengakuan dari dunia. "Danau Toba Keren! Beken! dan Paten!" teriak Menpar Arief yang mengenakan ulos adat Batak.

 

"Yang pertama terkait atraksi, harus tingkat dunia, Geopark Kaldera Danau Toba harus diakui UNESCO. Kedua, Aksesibilitasnya harus dunia, bandara internasional, Pak Menko tadi sudah menyebut Presiden akan meresmikan bandara Silangit menjadi Bandara International," katanya.

Lalu yang ketiga, lanjut Menpar Arief terkait amenitas telah disiapkan lahan seluas 602 hektare berlokasi di Sibisa, Kabupaten Toba Samosir, untuk nantinya dikembangkan menjadi integrated resort seperti di Nusa Dua, Bali.

 

"Bagi para bupati di sekitar Danau Toba boleh mengusulkan kawasan baru, kalo kita kompak danau toba bisa menjadi destinasi kelas dunia," kata Arief.

sumber : Kemenpar
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement