Senin 18 May 2026 14:33 WIB

Panduan Orang Tua Menghadapi Pubertas Dini pada Anak Perempuan

Kini, cukup banyak anak perempuan menstruasi sebelum menginjak usia 10 tahun.

Siswi SD. Semakin banyak anak perempuan yang memulai masa pubertas mereka jauh lebih awal, bahkan sebelum mereka menginjak usia 10 tahun.
Foto: ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya
Siswi SD. Semakin banyak anak perempuan yang memulai masa pubertas mereka jauh lebih awal, bahkan sebelum mereka menginjak usia 10 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Siklus menstruasi pertama pada anak perempuan biasanya dimulai sekitar usia 12 tahun. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, sebuah tren medis yang cukup "berbeda" mulai bermunculan secara global, yaitu semakin banyak anak perempuan yang memulai masa pubertas mereka jauh lebih awal, bahkan sebelum mereka menginjak usia 10 tahun.

Kondisi ini sering kali menimbulkan kecemasan bagi orang tua, yang bertanya-tanya apakah perubahan ini normal atau merupakan sinyal adanya masalah kesehatan yang mendasari. Konsultan obstetri dan ginekologi di Aster Whitefield Hospital, India, dr Deepthi Ashwin, mengatakan pubertas dini kini menjadi pemandangan yang semakin umum di ruang praktik dokter.

Baca Juga

Menurut dia, tenaga medis saat ini mengamati adanya penurunan bertahap pada usia tipikal anak-anak mulai memasuki masa pubertas. Penurunan usia ini disebut tidak terjadi tanpa alasan. Ada kombinasi kompleks antara faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup modern yang mendorong tubuh anak untuk "berakselerasi" lebih cepat dari seharusnya.

photo
Pubertas dini (ilustrasi). Orang tua perlu memperhatikan tanda pubertas dini pada anak-anaknya. - (www.freepik.com)

 

Salah satu pemicu utama yang paling sering disorot adalah meningkatnya angka obesitas pada anak. Dokter Ashwin mengatakan jaringan lemak dalam tubuh bertindak sebagai organ endokrin yang aktif secara metabolik. Lemak memproduksi dan menyimpan hormon, termasuk estrogen. Ketika seorang anak memiliki indeks massa tubuh yang tinggi, kadar estrogen dalam tubuhnya cenderung meningkat lebih cepat, yang pada akhirnya memicu dimulainya siklus menstruasi prematur.

"Meningkatnya angka obesitas masa kanak-kanak yang dikombinasikan dengan faktor genetik dan ketidakseimbangan hormon menjadi penjelasan utama di balik timbulnya menstruasi yang lebih dini," ujarnya dikutip dari laman Hindustan Times pada Senin (18/5/2026).

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement