Rabu 02 Aug 2017 16:01 WIB

Ini Mengapa Kulit Sawo Matang Lebih Baik

Rep: Dwina Agustin/ Red: Indira Rezkisari
Wanita berkulit sawo matang.
Foto: Republika/Prayogi
Wanita berkulit sawo matang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kulit merupakan organ tubuh paling luar dari manusia. Kontak langsung dengan keadaan sekitar pun pertama kali terjadi pada kulit.

Polusi hingga sinar membuat kulit pun sering kali tidak sehat dan justru membuat tidak menarik lagi. Kulit putih sering kali dianggap sebagai yang paling menarik bagi masyarakat Indonesia, padahal menurut dr Ahmad Haykal A.R.B, SpKK, M.Kes, persepsi tersebut tidak benar. Justru kulit putih lebih mudah terserang penyakit dan menjadi tidak sehat.

"Orang bule itu pengen kulit kayak kita sebab lebih kuat, kulit sawo ini mahal harganya," kata dokter di ERHA Dermatology itu.

Haykal menjelaskan jika kulit sawo matang memiliki melanoma yang kaya ketimbang kulit berwarna terang dan pucat. Dengan melanoma yang baik, membuat kulit memiliki peluang terhindar dari kanker yang lebih besar dan terproteksi dengan baik.

Tidak heran, dengan kondisi menguntungkan itu banyak masyarakat barat ingin memiliki kulit serupa. Hal itu yang memunculkan kebiasan berjemur bagi masyarakat Barat untuk membuat kulit lebih berwarna.

"Ini memproteksi dengan sangat kuat, jadi jangan gunakan krim-krim yang hanya untuk memutihkan," ujar Haykal.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement