Senin 24 Jul 2017 17:54 WIB

Jangan Menasihati Orang Ingin Bunuh Diri

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani
Ilustrasi Bunuh Diri
Foto: Foto : MgRol_92
Ilustrasi Bunuh Diri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kondisi seseorang yang emosional akan membuat rentan bunuh diri. Untuk mendorong menghilangkan perasaan tersebut bukan dengan menasihati, justru dibutuhkan sosok untuk menjadi pendengar yang baik.

Orang yang sudah merasa ingin bunuh diri biasanya memang tidak melibatkan logika dalam berpikir. Mereka hanya larut dalam emosi negatif yang mendorongnya untuk mengakhiri hidup.

Ketika melihat ada seseorang yang sudah dirundung aura tersebut, tempatkan diri sebagai pendengar. Coba pahami masalah apa yang membuat mereka merasakan emosional, apakah kehilangan atau sebuah tekanan.

"Ketika mereka tidak bisa berpikir maka kita harus tahu emosinya di mana, mereka ini ingin lari. Mereka bukan mau mati, tapi lari dari rasa sakitnya," kata pendiri Into The Light Benny Prawirokepada Republika.co.id, Senin (24/7).

Sering kali mereka ketakutan akan masa depan, hanya menjadi beban keluarga, atau kehilangan orang yang dicintai. Sebagai pendengar mesti mencoba mencari titik yang mendorong seseorang ingin bunuh diri. Setelah ketahuan apa alasan kuat yang mendorong, jangan menasihati atas alasan yang dilontarkan. Mereka dalam kondisi emosional yang justru akan kabur jika dinasehati.

Sebaiknya, menurut Benny, sebagai pendengar mendorong mereka pada hal-hal yang membuat orang itu bertahan menghadapi semua tekanan atau rasa kehilangan. Coba pula mengingatkan akan tujuan dan cita-cita yang ingin dicapai.

"Atau paling sederhana, coba tanyakan besok mereka ada rencana apa atau ada janji dengan siapa," kata Benny.

Jika dengan cara tersebut terlihat masih ada keinginan bunuh diri, sebaiknya mencoba ikut turun langsung untuk mendorong berkonsultasi dengan psikologi. Penanganan ahli akan lebih berguna dan membantu proses penghilangan rasa ingin mengakhiri hidup seseorang.

Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement