Kamis 15 Jun 2017 08:14 WIB

Perlukah Ekstra Tabir Surya Saat Ramadhan?

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari
Tabir surya
Foto: pixabay
Tabir surya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selain menjaga diri dari rasa lapar dan haus, serta dari hawa nafsu, bulan puasa juga menuntut kita menjaga kesehatan. Tujuannya agar puasa bisa berjalan lancar dengan tubuh yang sehat.

Salah satu bagian tubuh yang harus dijaga adalah kulit. Kulit merupakan bagian terluar dari tubuh yang sering terkena dampak saat puasa. Kulit mungkin akan terasa lebih kering dan kurang terhidrasi dengan baik.

Brand Manager Nivea Sun, PT Beiersdorf Indonesia, Panji Cakrasantana mengatakan untuk menjaga kesehatan kulit saat Ramadhan, sebenarnya sama saja dengan saat tidak sedang puasa. Untuk menjaga dari luar bisa menggunakan produk perawatan kulit, misalnya sun block atau tabir surya. Pakai produk yang memberikan proteksi dari sinar UV tapi juga ada pelembabnya.

“Kita tahu terutama saat lagi puasa, memang cairan tubuh agak sedikit berkurang, kulit pun sama ketika kita terekspos matahari. Itu cairan alami kulit juga berkurang, makanya perlu sun care, memproteksi kulit dari sinar UV, tapi juga memberikan pelembab. Membuat kulit tidak kering. Sehingga menjaga cairan kulit biar tetap terjaga,” jelasnya kepada Republika.co.id, belum lama ini.

Pada saat Ramadhan, penggunaan tabir surya sama seperti hari biasanya. Menurut Panji, penggunaan dilakukan pagi sebelum aktivitas, 10 atau 15 menit sebelum aktivitas atau berpergian di luar ruagan. “Baiknya aplikasi ulang setiap dua jam. Tapi tergantung juga kalau memang aktivitasnya enggak yang kaya liburan ke pantai, enggak terekspos matahari terus, bisa tiga kali, pagi, siang. Biasanya makan siang di luar, gunakan itu , ataupun kalau sorenya berpergian, bisa diaplikasikan lagi,” ujarnya.

Apakah saat Ramadhan perlu ditambah? Panji mengatakan sebenarnya seberapa sering tergantung lagi dari aktivitas. Tapi saat Ramadhan tentu sangat penting, bahkan aktivitas di dalam ruangan atau indoor pun perlu. “Kadang kita lupa, yang kerja di kantoran, duduknya dekat meja terkena sinar matahari langsung, itu pun sebenarnya sama. Sinar UV bisa menembus jendela. Makanya kita tetap perlu. Cuma seberapa sering tergantung aktivitasnya juga, kalau terlalu sering di luar ruangan baiknya makin sering juga aplikasi ulang.”

Ia mengatakan Anda bisa memilih produk tabir surya yang sesuai untuk semua jenis kulit dan cocok untuk kulit semua orang di dunia yang sudah lulus uji dermatologis. Bahkan produk seperti itu bisanya juga cocok untuk kulit sensitif. Bentuknya ada berbagai macam, mulai dari lotion, spray, aerosol.

“Kalau sensitif dengan aerosol karena ada alkoholnya, bisa pakai yang spray atau lotion,” ujarnya.

Jangan lupa pilih juga produk yang bersetifikasi halal. Paling tidak menggunakan bahan-bahan yang halal. Panji menambahkan selain dengan produk, untuk merawat kulit perlu makanan dan minuman.

“Kalau makanan yang pasti kalau sering outdoor, yang seratnya tinggi, buah-buahan dan sayuran. Karena misalnya sunblock melindungi kulit dari sisi luar, tapi dari dalam kita juga harus menjaga dari makanannya, minumannya. Jadi tidak hanya dari produk saja.”

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement