Rabu 14 Jun 2017 12:28 WIB

Tips Melancong Saat Ramadhan Bagi Non-Muslim

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Indira Rezkisari
Liburan keluarga
Foto: Pexels
Liburan keluarga

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ramadhan dimulai akhir Mei hingga Juni tahun ini. Umat non-Muslim yang berencana bepergian atau melancong ke wilayah mayoritas Muslim selama bulan suci ini akan merasakan pengalaman sangat menarik. Kehidupan di negara-negara, seperti Indonesia, Mesir, Maroko, Tunisia, dan United Arab Emirates (UAE) berubah sementara, sehingga pengunjung bisa merasakan sensasi berwisata ke negara-negara ini.

Berikut adalah tips bepergian selama Ramadhan, dilansir dari Lonely Planet, Rabu (14/6).

Ketahui dasarnya

Puasa adalah satu dari lima rukun Islam. Umat Muslim menahan lapar dan haus mulai terbit fajar sampai terbenam matahari. Mereka juga tidak merokok, berhubungan seks, atau minum minuman keras, melainkan fokus pada ibadah.

Rencanakan lebih awal

Berlibur saat Ramadhan membutuhkan perencanaan lebih awal. Banyak tempat beroperasi dengan jam dan jumlah staf terbatas, jadi coba memesan akomodasi, transportasi, dan jenis wisata yang diinginkan sebelum Anda sampai ke daerah yang dimaksud.

Pihak hotel dan sejumlah restoran tetap bisa menyajikan makan siang, namun tidak diperlihatkan untuk umum. Anda perlu memastikan makan di siang hari di area pribadi alias tidak dilihat Muslim yang sedang berpuasa. Alkohol mungkin tidak banyak tersedia, meski itu di malam hari sekalipun.

Ganti jadwal

Umat Muslim akan berbuka puasa saat matahari terbenam. Mereka biasanya makan bersama, bersosialisasi dengan keluarga dan teman.

Di Maroko, jalanan ramai dengan pertunjukan ringan, musik, dan permen gratis di persimpangan jalan. Di Turki, banyak warung tenda ramai dikunjungi anak muda. Mereka menawarkan makanan dan minuman gratis yang biasanya diakomodasi pihak pemerintah daerah. Di mana pun Anda berada, non-Muslim selalu disambut dan dipersilakan bergabung dalam acara berbuka puasa dan sahur bersama.

Kenali adat istiadat setempat

Periksa aturan tertulis yang berlaku di daerah tempat Anda bepergian. Beberapa negara sangat ketat terkait kepatuhan publik. Non-Muslim tetap diperbolehkan makan dan minum, namun tidak di depan umum. Jika Anda melanggar, Anda bisa jadi didenda. Pengunjung sebaiknya juga berpakaian lebih sopan di siang hari selama berpuasa.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement