Selasa 09 May 2017 10:55 WIB

Lombok International Airport Siapkan Rute Baru Bersama Royal Brunei

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Winda Destiana Putri
Maskapai penerbangan Royal Brunei siap antar wisatawan ke Lombok.
Foto: Wikipedia
Maskapai penerbangan Royal Brunei siap antar wisatawan ke Lombok.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- PT Angkasa Pura I (Persero) Cabang Lombok International Airport mulai mengembangkan rute baru bersama maskapai milik Kesultanan Brunei Darussalam, maskapai Royal Brunei. Hal itu bertujuan untuk meingkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Lombok.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Cabang Lombok International Airport mengatakan, kedatangan pertama kalinya maskapai Royal Brunei ke Lombok merupakan tindaklanjut dari pembahasan manajemen Lombok International Airport  dengan Royal Brunei Manager Indonesia Defy Bondang Hermansha di Jakarta pada pekan lalu.

Ardita mengapresiasi keseriusan manajemen Royal Brunei, yang mendatangkan Executive General Manager Royal Brunei Airlines Brett McDougall dan Group CEO Deks Air Group Daniel Sin untuk melakukan studi langsung ke Lombok. "Kami siap membantu pemerintah mejembatani beberapa maskapai internasional membuka rute penerbangan menuju Lombok," ujar Ardita dalam siaran pers yang diterima Republika di Mataram, NTB, Selasa (9/5).

Ardita melanjutkan, pembukaan rute penerbangan internasional baru dari dan ke Lombok dapat meningkatkan pariwisata dan perekonomian daerah setempat. Lombok International Airport juga mengandeng Pemerintah Provinsi NTB dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB dengan menggelar forum diskusi antara industri pariwisata seperti BPPD, PHRI, dan ASITA.

"Royal Brunei dijadwalkan datang untuk dapat melihat langsung KEK Mandalika serta fasilitas bandara," lanjut Ardita.

Executive General Manager Royal Brunei Airlines Brett McDougall menyampaikan, kedatangan manajemen maskapai Royal Brunei untuk melihat langsung pasar di Lombok.

"Ini untuk memperdalam informasi seberapa besar pasar yang ada di Lombok, karena Royal Brunei tidak mau membuka rute yang nanti cepat ditutup," kata Brett. Brett menuturkan, Royal Brunei ingin membuka rute yang berkelanjutan karena melihat banyak peluang di Lombok ini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement