Jumat 28 Apr 2017 13:28 WIB

Psikolog: Ajarkan Baca Tulis Sesuai Perkembangan Anak

 Anak-anak membaca buku di stand komunitas Buku 100 Desa saat berlansungya Car Free Day di Bundaran HI, Jakarta, Ahad (2/4).
Foto: Republika/Prayogi
Anak-anak membaca buku di stand komunitas Buku 100 Desa saat berlansungya Car Free Day di Bundaran HI, Jakarta, Ahad (2/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mengajarkan membaca dan menulis pada anak perlu memperhatikan beberapa hal. Salah satunya, menyesuaikan dengan tahapan perkembangan anak.

Psikolog anak dari Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jane Cindy MPSi mengatakan, ada tahapan perkembangan kemampuan baca tulis berdasarkan teori kemajuan anak yang bisa diperhatikan orang tua.

"Stimulasi yang tepat perlu diberikan sesuai dengan tahapan perkembangan usia anak," kata Jane dihubungi di Jakarta, Jumat (28/4).

Pada usia nol hingga tiga tahun, orang tua sebaiknya secara konsisten memberikan stimulasi berupa membacakan buku cerita anak-anak.

 

Dalam membacakan buku cerita, Jane menyarankan orang tua menggunakan volume suara yang terdengar jelas dengan intonasi yang sesuai dengan isi kalimat. Hal itu untuk menstimulasi ketertarikan anak terhadap buku dan kegiatan membaca.

Buku ideal yang dibacakan pada tahapan tersebut adalah buku yang bergambar, berwarna, berukuran tulisan besar dengan kalimat yang singkat.

"Pada usia tiga hingga enam tahun, anak dapat diberikan stimulasi berupa pengenalan huruf dan angka. Anak belajar menghubungkan bentuk huruf yang dilihatnya dengan bunyi huruf," tuturnya.

Pada tahap tersebut, anak sebaiknya mulai diberikan kesempatan menggunakan berbagai alat tulis seperti pensil, spidol warna dan krayon untuk mencorat-coret dan menggambar. Hal itu untuk menstimulasi motorik halus anak.

Anak mulai diberi stimulasi membaca dan menulis sebaiknya mulai usia enam tahun ke atas dengan mempertimbangkan kesiapan anak.

"Salah satu tanda kesiapan anak untuk membaca adalah tertarik terhadap buku, senang mendengarkan cerita yang dibacakan dari buku dan sudah menguasai pengenalan abjad berupa menghubungkan bentuh dan bunyi huruf," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement