Sabtu 01 Apr 2017 10:26 WIB

Endank Soekamti Promosi Eksotisme Bromo Lewat Film VlogFest 2016

 Wisatawan menunggangi kuda menuju kaki Gunung Bromo
Foto: Antara
Wisatawan menunggangi kuda menuju kaki Gunung Bromo

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Di Hari Film Nasional 2017 yang diperingati setiap 30 Maret, Endank Soekamti meluncurkan Behind The Scene film VlogFest 2016 The Movie yang dapat diakses di channel YouTube-nya.

Film yang proses pembuatannya dilakukan pada bulan puasa tahun lalu ini, bisa dikatakan adalah film panjang dalam format 360º pertama yang pernah diproduksi di dunia. Film ini bercerita tentang petualangan delapan orang vlogger yang mendapat tugas mengeksplore keindahan Bromo.

Endank Soekamti merupakan grup musik asal Yogya dengan fans yang sangat fanatik. Fans dengan julukan Kamties in selalu memadati tempat konser atau pentas Endank Soekamti. Bromo menjadi pilihan sebagai setting film karena keindahanannya yang luar biasa.

Alasan dipilihnya Bromo karena lokasi ini adalah salah satu aset Indonesia yang memiliki keindahan alam yang memesona.  "Dan ini sejalan dengan semangat Endank Soekamti yang ingin lebih banyak memperkenalkan aset-aset keindahan alam daerah-daerah ke seluruh dunia," kata Iwan Pribadi, media relations Euforia Record, produsen film ini (31/3).

Lewat film itu memang tergambar eksplorasi keindahan Bromo. Film yang diluncurkan tepat di hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 itu, dapat dipandang sebagai salah satu tonggak perkembangan film Indonesia, yang dengan memanfaatkan kemajuan dan perkembangan teknologi terkini, mencoba menawarkan sebuah film panjang dengan kemasan yang terhitung baru pada masanya.

Film ini dibuat sebagai salah satu usaha pengumpulan dana untuk keberlangsungan DOES University, sebuah sekolah bakat gratis yang diinisiasi Erix Soekamti, yang hanya mengajarkan hal-hal yang disukai dan sejalan dengan bakat yang dimiliki para siswa.

Hal tersebut yang menjadikan alasan budget film yang sebagian besar berlokasi di pegunungan Bromo ini terhitung minim. "Tidak sampai menyentuh angka Rp 30 juta, dengan waktu produksi yang relatif singkat, yaitu enam hari," kata Iwan Pribadi.

Arief Yahya Contoh Cara Jepang Gandakan Kunjungan Wisata

Film berdurasi 50 menit ini didistribusikan dalam bentuk boxset kayu yang di dalamnya selain terdapat file film ini dalam format full HD, juga disertakan file Behind The Scene (BTS) film, VR Glass untuk menikmati film, t-shirt VlogFest 2016 The Movie, serta sertifikat bukti kepemilikan. Ini semua dapat dibeli secara online di www.vlogfest.com.

Selain dalam bentuk boxset yang dijual seharga Rp. 600.000, film yang disutradarai Erix Soekamti ini dapat dinikmati pula secara gratis oleh masyarakat luas melalui situs www.vlogfest.com. "Secara umum tidak ada perbedaan antara versi berbayar dan versi gratis film ini. Hanya saja di versi gratis ini selain para penonton tak mendapatkan item-item tambahan yang ada di boxset, juga kualitas film di versi gratis ini tidak full HD," kata Iwan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya berterima kasih atas promosi destinasi wisata di Bromo Tengger Semeru (BTS), salah satu dari 10 top destinasi prioritas yang biasa disebut 10 Bali Baru itu. Bromo secara landscap, adalah destinasi yang world class. "Semakin banyak yang membantu mempromosikan Bromo Jawa Timur, semakin baik. Kami akan sangat terbantu, dan itu mendorong sahabat-sahabat yang lain untuk mempopulerkan destinasi lain," kata  Arief Yahya.

Dia mengajak anak-anak muda, warganet, blogger, vlogger, selebgram, untuk menjadikan 10 destinasi semakin dikenal di dunia maya. "Percayalah, destinasi yang kita miliki itu kelas dunia semua. Hampir selalu masuk top 20 dunia. Terbaru, TripAdvisor menempatkan Bali sebagai The Best Destination pilihan travellers. Vogue juga menjadikan 3 pantai di Indonesia, Lombok dan Belitung sebagai 3 diantara 7 pantai terbagus," ungkap Arief.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement