Senin 27 Mar 2017 08:47 WIB

Diet Keto Memberi Dampak Jangka Panjang

Rep: Rossi Handayani/ Red: Indira Rezkisari
Ada beragam metode diet, salah satunya adalah diet keto.
Foto: Pixabay
Ada beragam metode diet, salah satunya adalah diet keto.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu metode diet yang sedang populer adalah diet ketogenic atau keto. Mereka yang melakukan diet ini memanfaatkan makanan tinggi lemak, dengan karbohidrat yang rendah. Harapannya metode ini bisa memberikan manfaat jangka panjang bagi pelaku diet keto.

Ahli gizi lulusan University of Sydney, Leona Victoria, mengatakan apabila dibandingkan dengan metode diet lainnya, ketogenic memang memberikan manfaat jangka panjang bagi yang mengaplikasikannya. Akan tetapi, untuk menurukan berat badan dengan waktu yang singkat tidak bisa dilakukan dengan diet ini.

"Lebih cepat mungkin tidak (kehilangan berat badan), jika dibanding dengan caloric restriction lainnya. Tapi bisa lebih permanen, karena menjalani diet ketogenic ini sebaiknya menjadi perubahan seumur hidup, tidak bisa yoyo diet on atau off. Jadi, di jangka panjangnya menjadi lebih efektif," ujar Victoria.

Di samping itu, menurut Victoria, terdapat manfaat lainnya dari diet ketogenic yang masih dalam tahap testimoni. Ada juga yang sudah dituangkan dalam makalah penelitian serta dituliskan sebagai 'manfaat potensial'. Hingga kini, namun belum ada penelitian yang benar-benar ditujukan untuk menguji efek dari diet ketogenic.

Ia mengungkapkan, di dalam grup Ketofastosis Indonesia ada beberapa testimoni dari anggotanya. Seperti, penyakit asam uratnya telah hilang, kankernya hilang dan sebagainya.

Namun, itu hanya contoh per orang. Leona mengatakan kalau diteliti, bisa disebut tidak terkontrol. Artinya, tidak mengetahui asalnya seperti apa, pengobatan lainnya, obat-obat lain, dan cara melakukan ketogenicnya. Sehingga masih bisa banyak biasnya dari testimoni terkait diet keto.

Menurut Victoria, diet ketogenic selain memberikan banyak manfaat juga memiliki kekurangan. Yakni, kurangnya antioksidan dan serat, selain itu kurang bervariasi pilihannya. Alasannya bergantung pada alpukat dan produk-produk kelapa saja.

"Makanya harus dibantu dengan teh hijau, virgin coconut oil dan suplemen-sumplemen," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement