Senin 13 Mar 2017 15:36 WIB

Menteri Pariwisata Dorong Agen Wisata Go Digital

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Esthi Maharani
Menteri Pariwisata, Arief Yahya  (Republika/ Agung Supriyanto)
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Menteri Pariwisata, Arief Yahya (Republika/ Agung Supriyanto)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Menteri Pariwisata Arief Yahya, mendorong semua agen wisata agar mulai go digital. Menurut Arief saat ini sekitar 70 persen wisatawan mencari tahu atau searching terlebih dulu sebelum berwisata.

Ia juga mengatakan 8 dari 10 penumpang internasional melakukan search, share dan booking tempat wisata. Bahkan, rata-rata sumbangan online travel agent (OTA) terhadap tingkat hunian kamar di Kota Bandung saja sekitar 30 sampai 40 persen.

"Sekarang, 70 persen wisatawan termasuk turis menggunakan digital. Jadi, saya dorong anggota, ASITA  kesana karena nanti mati kalau tak menggunakan digital," ujar Arief kepada wartawan usai menghadiri Wisuda Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, Senin (13/3).

Menurut Arief, sekarang memang semuanya sudah era digital. Jadi, kalau tak menggunakan teknologi akan susah. E-tourism sudah tak bisa lagi dihindari semua usaha pariwisata harus mengikuti trend ini yang sekarang sudah menjadi life style.

"Sudah 70 persen searching lewat digital, untuk mencari hotel dan akomodasi perjalanan wisata," katanya.

Bahkan, kata dia, untuk mengetahui pergerakan dan perpindahan Wisman (wisatawan mancanegar) maupun Wisnus (wisatawan nusantara), pihaknnya pun menggunakan digital.  Menggunakan digital ini, lebih murah dan lebih mudah.

Pemerintah pun, kata dia, telah menyiapkan consumer information sistem berjualan pakai digital ini dengan menyiapkan market place. Program ini, di buat untuk 13 sampai 15 ribu informasi yang akan masuk ke digital place.

"E-tourism harus mentransform life style pariwisata ini,  sebelum mati. Karenan Telekomunication, transportation, Turism memang harus mengikuti teknologi," katanya.

Arief mencontohkan, di transportasi,  gojek, grab, uber  sudah menjadi keniscayaan. "Karena, life style masyarakat mengarah ke sana jadi tak bisa dicegah," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement