Selasa 07 Mar 2017 10:23 WIB

Ini Rasanya Jadi Istri Bill Gates

Rep: desy susilawati/ Red: Esthi Maharani
Bill Gates dan Melinda Gates
Foto: Time
Bill Gates dan Melinda Gates

REPUBLIKA.CO.ID, Melinda Gates tidak menyangka setelah selesai kuliah ia akan mulai bekerja di sebuah perusahaan besar dan mengencani CEO-nya. Dia juga tak menyangka setahun setelah menikah, suaminya menjadi salah satu orang terkaya di dunia.

Saat wawancara dengan CBS, ia mengenang masa-masa awal bekerja dan bertemu Bill Gates. Ia pun baru menyadari jika Microsoft telah menjelma menjadi perusahaan yang memiliki visi revolusioner.

"Saya hanya berpikir, ya Tuhan, saya telah bekerja di perusahaan ini. Mereka telah mengubah dunia. Jika saya mendapatkan kesempatan untuk bekerja di sana, saya pasti akan mengambilnya," katanya dikutip dari Time pada Selasa (7/3).

Tak disangka, bekerja di sana membuatnya bertemu dengan Bill Gates. Bahkan, Gates tertarik pada perempuan berusia 23 tahun yang baru lulus dari Universitas Duke.

"Saya bertemu dengan dia di rapat sales di New York. Seminggu setelah itu, saya bertemu lagi di parkiran dan mengajaknya untuk keluar bersama," kata Gates.

Selain kaget dengan ajakan itu, Melinda pun melihat jadwalnya. Gates bertanya padanya apakah ada jadwal kosong dua minggu ke depan.

"Saya berkata: sabtu malam dua minggu lagi? Bagaimana kamu bisa tahu apa yang kamu akan lakukan? Jadwal saya tidak sejauh itu," kata Melinda sambil tertawa.

Hingga akhirnya mereka pun menikah tujuh tahun kemudian. Pada 1995 atau setahun setahun setelah menikah, Gates meluncurkan Windows 95 dan mengubah dunia.

Setelah mengandung anak pertama, Melinda memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga.

"Gates terkejut. Dia benar-benar terkejut. Tapi saya berkata padanya: Ini memang tidak masuk akal. Kamu bisa menjadi CEO tapi seseorang harus ada di rumah kan? Kami tak ingin anak-anak dibesarkan oleh orang lain. Saya berkata: Kalau kamu ingin anak-anak memiliki nilai-nilai, seseorang harus tinggal di rumah," katanya.

Pada tahun 2000 mereka berdua mendirikan yayasan yang berkembang menjadi badan amal terbesar di dunia.

"Hubungan kami adalah sebagai mitra yang seimbang dan setara. Sangatlah penting bagi kami berdua untuk memberitahukan dunia bahwa kami menjalani ini bersama-sama. Ini adalah nilai yang ingin kami bagikan kepada dunia," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement