REPUBLIKA.CO.ID, NEGARA -- Objek wisata Tebing Puncak JR di Kabupaten Jembrana, Bali, mulai diminati wisatawan, karena pemandangan alam yang luas dan indah di puncak ketinggian tebing.
"Objek wisata ini dikenal dengan istilah Tebing Puncak JR. JR sendiri singkatan dari Jumpa Remaja, yang dipopulerkan pemuda wilayah ini," kata Kepala Dusun Pancaseming, Desa Batu Agung, Kecamatan Jembrana, Ida Bagus Artawan, di dusun setempat, Rabu (1/3).
Ia mengatakan, Sekaa Teruna Teruni (komunitas pemuda) "Budi Sastra Pancaseming" sering mengadakan pertemuan di lokasi yang indah ini, kemudian melakukan posting ke media sosial, sehingga dikenal masyarakat dari luar desa.
"Dari puncak ini, selain pemandangan alam, termasuk hutan yang cukup luas, pengunjung juga bisa melihat Kota Negara hingga batas lautnya, dari sebuah bangunan mirip menara yang dibangun dari bahan-bahan kayu oleh sekelompok pemuda," katanya.
Meskipun berada di atas tebing, pengunjung cukup mudah menjangkau lokasi tersebut, karena sudah disediakan tangga menuju ke atas. "Saya tertarik datang kesini karena melihat foto-foto yang disebar di media sosial. Aslinya memang indah dan alami," kata Indra, salah seorang pengunjung asal Denpasar yang datang bersama kawan-kawannya.
Ia mengatakan, lokasinya yang hanya sekitar 7 kilometer dari Kota Negara, juga membuat tempat ini lebih mudah untuk dikunjungi, apalagi pengelola hanya memungut sumbangan sukarela dari pengunjung.
Menurut Artawan, sumbangan dari pengunjung digunakan memelihara berbagai fasilitas seperti jalan, serta rumah pohon yang baru saja didirikan. "Sejak dibuka untuk umum bulan Januari lalu, dari sumbangan pengunjung, kami bisa memperbaiki beberapa fasilitas, termasuk jalan, yang belum baik di beberapa titik lokasi," katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang sempat mengunjungi objek wisata itu mengatakan pihaknya akan merespons upaya swadaya masyarakat lokal dalam membangun dan mengelola Tebing Puncak JR dengan memerintahkan dinas terkait untuk membantu.
"Inisiatif dari masyarakat lokal untuk mengenalkan objek wisata di wilayahnya merupakan sarana promosi yang efektif. Kami tentu akan merespons, agar objek wisata ini lebih memiliki daya tarik, seperti dengan penambahan fasilitas," katanya.
Ia menambahkan beberapa fasilitas yang akan dibangun di objek wisata tersebut seperti toilet, serta memperbaiki lokasi foto selfie bagi pengunjung agar lebih aman.