Jumat 20 Jan 2017 08:36 WIB

Psikolog Paparkan Usia Ideal Anak Disunat

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari
Sisingaan/odong-odong kesenian asal Subang mengarak pengaten sunat di Jl Bekasi Raya, Pulo Gebang, Jakarta Timur, Kamis (23/4). Khitan bagi laki-laki adalah wajib merupakan bagian dari syariat Islam.
Foto: Republika/Tahta Aidilla
Sisingaan/odong-odong kesenian asal Subang mengarak pengaten sunat di Jl Bekasi Raya, Pulo Gebang, Jakarta Timur, Kamis (23/4). Khitan bagi laki-laki adalah wajib merupakan bagian dari syariat Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Orang tua terkadang kebingungan menentukan usia terbaik bagi anak untuk disunat. Beberapa menunggu hingga anak duduk di bangku sekolah dasar dengan alasan agar anak mengerti.

Psikolog pendidikan Bambang Sunaryo, menjelaskan sebaiknya saat anak memasuki usia konkrit operasional yaitu empat tahun atau lima tahun sudah dikenalkan bahwa dia berbeda. Yaitu manusia memiliki kelamin yang berbeda dan fungsinya berbeda pula. Setelah itu, tidak lama kemudian sebaiknya anak disunat.

“Makanya sunat ketika anak-anak lebih awal lebih baik, lebih kecil lebih baik. Kalau dari bayi secara kesehatan atau medis bagus, tapi secara pendidikan jadi agak kurang karena dia tidak merasakan, tapi secara psikologis, sunat sebaiknya dilakukan ketika anak sudah bisa merasakan perbedaan itu. Perasaan seperti itu bahwa nanti akan mengalami ini itu,” ujar Bambang.

Lalu usia berapa sebaiknya? Usia SD dipandang lebih baik oleh Bambang. Hindari menyunat anak ketika dia sudah terlalu besar, misalnya 12 tahun. “Karena usia 12 tahun itu sudah usia formal operasional sudah berpikir abstrak, agak terlambat untuk sunat,” tambahnya.

Ketika SD, anak-anak juga mungkin saja terpengaruh teman-temannya untuk sunat. Menurut Bambang, hal itu baik dan justru bagus karena anak termotivasi untuk melakukan sunat. Orang tua bisa memanfaatkan kondisi itu dengan mendorong anak pula berani sunat.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement