Selasa 13 Dec 2016 14:54 WIB

Hotel di DIY Mulai Penuh Hingga 3 Januari 2017

Rep: Neni Ridarineni/ Red: Andi Nur Aminah
Kamar sebuah hotel berbintang di Yogyakarta
Foto: laterooms.com
Kamar sebuah hotel berbintang di Yogyakarta

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kunjungan wisatawan di DIY selama liburan Natal dan Tahun Baru 2016 ini diperkirakan naik sekitar 10 hingga 15 persen. "Sehingga kemungkinan besar akan terjadi kemacetan di Kota Yogyakarta, meskipun di empat kabupaten se DIY juga menyelenggarakan berbagai event untuk memecah konsentrasi kepadatan di wilayah kota Yogyakarta," kata Kepala Dinas Pariwisata di DIY Aris Riyanta pada wartawan.

Dia mengakui setiap liburan lalu lintas di kota Yogyakarta selalu padat. Padahal sudah ada rekayasa lalu lintas.  Menurut Aris, wisatawan yang mendominasi di liburan akhir tahun merupakan wisatawan Nusantara.

Peningkatan jumlah wisatawan karena lokasi Yogyakarta berada di tengah dan bisa diakses oleh berbagai moda yakni pesawat terbang, kereta api, bus maupun kendaraan pribadi. Di samping itu, Aris menambahkan, destinasi wisata di DIY terus bertumbuh terutama wisata alam. Seperti Kebun Buah Mangunan Bantul, Wisata Alam Kalibiru Kulon Progo, Tebing Breksi di Prambanan, Kebun Teh Nglinggo di Kulon Progo, Gua Suroloyo I Kulon Progo, Geopark dan Kars di Gunung Kidul.

Dia mengakui lama tinggal wisatawan di DIY meskipun relative rendah tetapi jumlah pengeluaran uang mereka tinggi. Dia mengungkapkan hasil passenger exit survey oleh Kementerian Pariwisata di 2014 menunjukkan bahwa wisatawan domestik dari luar DIY yang masuk ke DIY mengeluarkan uang Rp 7,4 trilun. Wisatawan  DIY hanya Rp 174 miliar dan wisatawan mancanegara sekitar Rp 3 triliun.

"Hal itu menunjukkan bahwa sektor pariwisata jelas memiliki peran yang tinggi untuk perekonomian. Jadi walaupun lama tinggal rendah sekitar dua hari tetapi yang terpenting pengeluarannya tinggi. Daripada lama tinggal lima hari, tetapi pengeluarannya sedikit," kata Aris.

Kemungkinan pengeluaran wisatawan yang datang ke DIY di tahun 2016 lebih besar lagi. Karena jumlah wisatawan juga meningkat.

Ketua Umum  PHRI DIY Istijab Danu Nagoro mengakui jumlah wisatawan di DIY tahun 2016 meningkat 10-15 persen.  Hotel-hotel berbintang di DIY terutama di ring I (sekitar Malioboro) sudah penuh semua. Di ring II (Jalan Diponegoro, Mangkubumi) sudah penuh 80 persen dan di ring III (Hotel Saphir, Hotel Sheraton) sudah 70 persen.

Sementara itu tingkat hunian di hotel melati sudah 50 hingga 60 persen. Bahkan di Kaliurang di malam Tahun Baru sudah penuh semua. Di samping itu home stay di kampung-kampung juga sudah penuh. Hotel–hotel tersebut sudah penuh mulai tanggal 20 Desember 2016 sampai 3 Januari 2017.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement