Kamis 27 Oct 2016 12:11 WIB

Jalur Wisata Kereta Uap Ambarawa-Bedono Dibuka

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Indira Rezkisari
Lokomotif uap B 2503 yang menarik gerbong berisi para wisatawan melaju di perlintasan kereta api di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Lokomotif berusia 114 tahun buatan Maschinenfabrik Esslingen (Belanda).
Foto: Antara
Lokomotif uap B 2503 yang menarik gerbong berisi para wisatawan melaju di perlintasan kereta api di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Lokomotif berusia 114 tahun buatan Maschinenfabrik Esslingen (Belanda).

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali membuka jalur wisata kereta api Ambarawa- Jambu- Bedono, Kabupaten Semarang, Kamis (27/10). Pembukaan jalur ini sekaligus menandai dioperasionalkannya kembali kereta api wisata yang ditarik lokomotif uap kuno dengan keunikan memiliki roda bergerigi.

Lokomotif uap ini mampu menarik kereta pada jalur menanjak, kawasan perbukitan antara Stasiun Ambarawa hingga Stasiun Bedono. Manager KAI Humas Daop 4 Semarang, Edi Suswoyo mengatakan, selain lokomotif uap kuno, keunikan jalur Ambarawa- Jambu- Bedono ini memiliki jalur bergerigi sepanjang 4 kilometer.

"Di dunia hanya ada tiga jalur bergerigi, selain di Ambarawa (Indonesia) juga hanya ada di India dan Swis," ujarnya. Pembukaan kembali jalur ini, lanjut Edi, diharapkan mampu menghadirkan nostalgia sejarah perkeretaapian di tanah air.

Karena PT KAI masih mengoperasionalkan dua lokomotif uap kuno dari Stasiun Ambarawa ini. "Kereta api dan jalur Ambarawa- Bedono ini pada awalnya dioperasionalkan untuk mengangkut hasil bumi, terutama biji kopi," kata Edi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement