Kamis 22 Sep 2016 13:03 WIB

17 Persen Bayi Uruguay Lahir dari Ibu Remaja

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Ani Nursalikah
Kehamilan di usia Remaja (Ilustrasi)
Kehamilan di usia Remaja (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MONTEVIDEO -- Pemerintah Uruguay berencana menekan angka kehamilan remaja di negaranya. Saat ini, tercatat sebanyak 17 persen bayi di Uruguay dilahirkan perempuan berusia 15 sampai 19 tahun.

Dilansir dari El Observador, setiap tahun sekitar 7.900 anak-anak di Uruguay lahir dari ibu yang masih remaja. Angka tersebut merupakan angka tertinggi sejak 1996.

Menteri Kesehatan Uruguay, Jorge Basso mengatakan, pemerintah akan menjadikan kehamilan remaja sebagai prioritas. Kementerian Kesehatan akan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kementerian Pembangunan Sosial, dan tiga instansi pemerintah lainnya untuk menjalankan program mengurangi angka kehamilan remaja.

Departemen Kesehatan Masyarakat akan melibatkan banyak petugas kesehatan terlatih untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat akan kesadaran tentang kehamilan remaja. Lembaga tersebut juga akan meluncurkan aplikasi bernama Sex Teacher.

Aplikasi tersebut dibuat untuk mendidik remaja tentang risiko kehamilan dini. Mereka juga bisa mempelajari tentang hak-hak ibu hamil untuk mengontrol janinnya secara gratis.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement