Kamis 15 Sep 2016 14:15 WIB

Festival Ratu Boko Diharap Dongkrak Jumlah Wisatawan

Rep: Rizma Riyandi/ Red: Andi Nur Aminah
Candi Ratu Boko
Foto: .
Candi Ratu Boko

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Penyelenggaraan Festival Ratu Boko tahun ini diharapkan mampu mendongkrak jumlah wisatawan ke situs-situs bersejarah di Kabupaten Sleman. Agenda yang digelar mulai 20 sampai 25 September itu ditargetkan mampu menarik pengunjung sebanyak 10 ribu orang. "Kami punya target dua ribu pengunjung per hari," kata General Manager Pemasaran Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan dan Ratu Boko, Emilia Eny Utari saat ditemui di Ruang Humas Sleman, Kamis (15/9).

Target pengunjung Ratu Boko pada tahun ini sebanyak 11.480 wisman. Dengan komposisi wisatawan Nusantara 239.040 orang.  Sementara target wisatawan Nusantara pada September ini sejumlah 21 ribu pengunjung, dengan wisatawan mancanegara 1.098 orang.

Adapun tema yang diangkat pada festival kali ini adalah 'Boko Tempo Dulu'. Selain menampilkan pertunjukkan musik dan kesenian tradisional dari berbagai seniman di Yogyakarta, Festival Ratu Boko pun akan dimeriahkan oleh stan-stan usaha kecil menengah (UKM). Rencananya akan ada pula pameran kuliner tempo dulu yang menyuguhkan jajanan masa lalu.

Menurut Emilia, Festival Ratu Boko akan dibuka mulai pukul 10.00 WIB sampai 19.00 WIB. Sehingga pengunjung bisa menikmati malam di sana. Adapun waktu kunjungan utama Ratu Boko dimulai pada sore hari sampai tenggelamnya matahari. "Boko itu eksotik. Apalagi saat sunset. Makanya yang berkunjung sekarang kebanyakan datang pada sore hari," tuturnya.

Ia mengatakan, selain sebagai tempat wisata budaya dan sejarah, Ratu Boko juga cocok untuk dijadikan sebagai lokasi gathering. Karena suasananya yang nyaman dan pemandangannya yang cantik. Untuk menikmati eksotisme Festival Ratu Boko pengunjung hanya dibebani tiket masuk.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman, AA Ayu Laksmi Dewi menyampaikan, Festival Ratu Boko merupakan upaya kerja sama untuk meningkatkan jumlah wisatawan di Kabupaten Sleman. Selain agenda tersebut, Disbudpar juga terus menggalakan promosi wisata melalui media sosial.

"Kami terus memaksimalkan sarana teknologi untuk meningkatkan kunjungan ke Boko dan destinasi lainnya," ujar Ayu. Ia berharap upaya-upaya tersebut membuay aktivitas pariwisata dapat semakin berkembang, hingga akhirnya mampu memberi pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement