Senin 05 Sep 2016 10:37 WIB

Mengintip Keindahan Alam di Balik Anak Krakatau

Rep: Adysha Citra R/ Red: Indira Rezkisari
Gunung Anak Krakatau
Foto: Antara
Gunung Anak Krakatau

REPUBLIKA.CO.ID, Butuh waktu sekitar empat jam untuk mencapai kawasan cagar alam Gunung Anak Krakatau dari Pantai Sari Ringgung, Lampung. Akan tetapi, waktu perjalanan yang cukup panjang tersebut terbayar dengan keindahan alam yang ditawarkan di puncak Gunung Anak Krakatau.

Ada satu pemandangan menarik yang dengan mudah merebut perhatian tim Jelajah Krakatau 2016 ketika tiba di kawasan Gunung Anak Krakatau. Gunung yang terletak di Selat Sunda tersebut dikelilingi oleh pasir pantai berwarna hitam.

Sebelum tim Jelajah Krakatau 2016 melanjutkan pendakian, Kepala Seksi Wilayah III BKSDA Lampung, Teguh Ismail, memperingatkan bahwa kawasan Gunung Anak Krakatau merupakan kawasan konservasi yang harus dijaga. Oleh karena itu, Teguh menekankan agar tim Jelajah Krakatau 2016 mematuhi peraturan yang berlaku.

Di samping itu, tim penjelajah juga perlu berhati-hati dan tidak mendaki di luar jalur serta mendekati kawah. Alasannya, gunung berapi yang aktif ini sulit untuk diprediksi dan statusnya dapat berubah sewaktu-waktu.

"Gunung ini sangat aktif. Oleh karena itu, hari per hari, jam per jam, selalu kami pantau," ujar Teguh kepada seluruh tim Jelajah Krakatau 2016 sebelum tim memulai pendakian.

Selama proses pendakian, tim Jelajah Krakatau 2016 mendapatkan pemandangan unik di mana pasir-pasir hitam berpadu dengan pepohonan hijau yang cukup rimbun rimbun. Beberapa pohon yang telah mengering, sisa dari letusan Anak Krakatau beberapa tahun lalu juga masih terlihat. Sisa bebatuan muntahan Anak Krakatau pun tersebar sejauh mata memandang di area pendakian yang telah ditentukan.

Tim Jelajah Krakatau 2016 pun terus melaju menuju puncak pertama Gunung Anak Krakatau yang menjulang setinggi 200 meter dari atas permukaan laut. Puncak kedua dari Anak Krakatau ini menjulang lebih tinggi yaitu 300 meter dari atas permukaan laut namun penjelajah tidak diperkenankan untuk menuju puncak kedua dengan alasan keamanan.

Meski puncak pertama Gunung Anak Krakatau tidak terlalu tinggi, medan berpasir dan berbatu tanpa rumput menjadi tantangan tersendiri terlebih jika tidak mengenakan alas kaki yang tepat. Tingkat kecuraman gunung yang cukup miring pun menambah tantangan dalam mendaki puncak Gunung Anak Krakatau pertama.

Meski membutuhkan usaha ekstra, puncak Gunung Anak Krakatau ini menawarkan pemandangan yang sangat indah dan tak terlupakan. Sejauh mata memandang, terlihat hamparan laut biru yang menyegarkan mata. Warna biru tua laut terlihat serasi dengan biru langit yang cerah.

Tak hanya itu, pemandangan cantik pun terhampar di depan tim penjelajah. Dari puncak pertama Gunung Anak Krakatau, terlihat Gunung Rakata yang berdiri tak kalah kokoh. Tak heran, banyak dari tim penjelajah yang sulit untuk menahan kekaguman saat melihat perpaduan alam beraneka rupa yang terlihat dari atas puncak pertama Anak Krakatau ini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement