Jumat 17 Jun 2016 12:05 WIB
Ancol Luar Biasa

Kenapa Halilintar Dufan Hanya Satu Kali Putaran?

Rep: Qommarria Rostanti/ Red: Andi Nur Aminah
Wahana halilintar di Dufan Ancol
Foto: Dok Republika
Wahana halilintar di Dufan Ancol

REPUBLIKA.CO.ID, Bagi warga DKI Jakarta, Dunia Fantasi (Dufan), adalah destinasi wisata yang sudah tak asing lagi. Berbagai wahana menarik disediakan untuk memanjakan hari libur Anda.

Ketika hari libur, wisatawan rela antre agar bisa menikmati wahana kesukaannya. Salah satu wahana yang menjadi primadona di Ancol ialah halilintar. Kalau sedang ramai, antreannya bisa sampai satu jam lebih untuk bisa menikmati satu kali putaran halilintar yang hanya satu menit 40 detik.

Dufan sengaja hanya menyediakan satu kali putaran, bukan dua, apalagi tiga putaran. Hal tersebut tak lain berkaitan dengan kondisi penumpang. "Karena tidak semua kondisi kesehatan penumpang sama, misalnya soal jantung atau adrenalinnya," ujar operator halilintar Ari Muchizin kepada Republika.co.id, baru-baru ini.

Jangankan untuk dua atau tiga kali putaran, satu putaran halilintar saja terkadang bisa membuat penumpang pingsan. Beberapa kali Ari pernah mendapati kondisi demikian. Untuk itu, pihak Dufan amat memperhitungkan keselamatan dan keamanan pengunjung dengan tidak memperpanjang atau memperlama durasi putaran halilintar.

Tidak semua pengunjung Dufan diperbolehkan menaiki wahana ini. Bagi mereka yang sedang hamil, mengidap epilepsi, penyakit jantung, stroke, dan tinggi badan yang kurang dari 125 sentimer sebaiknya jangan menaiki halilintar.

Halilintar sudah ada sejak 1985 bersamaan dengan hadirnya Dufan. Namun kereta halilintar berkecepatan 80 kilometer per jam ini sudah pernah diganti pada 2013. Dufan sangat menjamin keamanan pengunjung saat di atas wahana. Pasalnya wahana tersebut dilengkapi alarm apabila ada gangguan.

Ada beberapa larangan bagi pengunjung saat menaiki halilintar. Di antaranya tidak boleh makan dan menggunakan telepon seluler. Semuanya tak lain demi kenyamanan pengunjung.

Halilintar selalu beroperasi meski sedang gerimis. Mereka hanya berhenti ketika hujan lebat dan jeda sebentar ketika azan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement