Jumat 03 Jun 2016 07:40 WIB

Anak Main Internet, 98 Persen Orang Tua Khawatir

Rep: Dwina Agustin/ Red: Indira Rezkisari
Anak dan internet
Foto: EPA
Anak dan internet

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Internet bukan lagi barang baru bagi anak-anak generasi terkini. Mereka sudah lebih melek teknologi sejak sedini mungkin, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua terhadap keamanan anak-anaknya.

Norton Cyber Security Insight Report merilis temuan jika sebanyak 98 persen dari 1.074 orang tua Indonesia khawatir terhadap keselamatan aktivitas daring anak-anak. Dari jumlah tersebut 73 persen mengungkapkan jika anak mereka pernah mengalami kejahatan daring. Kejahatan tersebut disumbang dari pelbagai macam alasan yang mendasari.

Hal paling sering dilakukan anak-anak merupakan mengunduh virus pada perangkat pintar yang ada di sekitar mereka. Penyebab itu dinyatakan tidak hanya mengancam keselamatan si anak, tapi juga keseluruhan keluarga.

Kekhawatiran itu juga disumbang oleh ketidaktahuan anak terhadap apa yang sedang dilakukan. Sering kali anak hanya mengklik "oke" ketika ada bar yang muncul di layar perangkat pintar yang digunakan, dan akhirnya menyebabkan penyebaran virus yang bisa merusak.

"Dan permasalahan sandi yang mudah ditebak atau mereka bagikan dengan mudah pun sering kali penyebab diretas," kata Director Asia Consumer Business Symantec, Chee Choon Hong, Kamis (2/6).

Menurut Chee, anak-anak saat ini begitu nyaman dengan perangkat teknologi. Sehingga kekhawatiran orang tua pun akan semakin meningkat pula. Apalagi dengan maraknya cyberbullying atau perisakan siber, predator daring, hingga masalah privasi yang sering lalai diperhatikan oleh anak-anak.

(baca: Mendisiplinkan Anak dengan Mencubit, Efektifkah?)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement