Rabu 01 Jun 2016 06:02 WIB

8 Tradisi Makan Zaman Dulu yang Justru Lebih Menyehatkan

Rep: Adysha Citra R/ Red: Indira Rezkisari
Bukan hanya makanan yang membuat tubuh sehat, tapi cara makan mempengaruhi pula kesehatan.
Foto: flickr
Bukan hanya makanan yang membuat tubuh sehat, tapi cara makan mempengaruhi pula kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, Tradisi menyantap makanan di zaman dulu mungkin terasa kuno dan kurang elegan bagi sebagian orang. Akan tetapi, jarang yang mengetahui jika tradisi menyantap makanan zaman dulu menyimpan banyak manfaat bagi yang mempraktikkannya. Berikut ini ialah tujuh tradisi menyantap makanan kuno yang patut dipertahankan oleh masyarakat modern.

Duduk di Lantai Saat Makan

Pada masa di mana meja makan belum ditemukan, orang-orang menyantap makanan mereka sambil duduk di lantai. Berlawanan dengan saat ini, di masa orang-orang menyantap makanan dengan duduk di lantai tersebut sangat sedikit orang yang menderita penyakit akibat gaya hidup buruk.

Berdasarkan para ahli, duduk menyila di lantai yang dilakukan saat makan menyerupai gerakan yoga bernama Sukhasan. Gerakan ini dapat memberikan pijatan pada otot perut sekaligus meningkatkan sirkulasi di bagian bawah tubuh. Gerakan duduk menyila juga dapat meningkatkan fleksibilitas tubuh. Oleh karena itu, menyantap makanan sambil duduk menyila di lantai merupakan salah satu tradisi yang patut dicoba.

Sarapan Lebih Pagi

Menyantap makanan lebih pagi merupakan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat zaman dahulu. Sarapan legendaris ala bangsa Roma bernama jentaculum menerapkan waktu sarapat tepat setelah matahari terbit.

Ahli gizi Rujuta Diwekar pun menilai sarapan lebih pagi baik untuk tubuh. Diwekar merekomendasikan sarapan dilakukan pada waktu 15 menit setelah terbangun dari tidur. Menyantap makanan di waktu tersebut, lanjut Diwekar, dapat membantu tubuh menurukan berat badan.

Sebaliknya, menunda atau melewatkan sarapan akan membuat tubuh merasa sangat lapar saat makan siang. Selain itu, kebiasaan menunda dan melewatkan sarapan juga akan menurunkan metabolisme tubuh.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement