Jumat 22 Apr 2016 06:04 WIB

Menyusuri Hulu Sungai Citarum di Bandung Selatan

Rep: c26/ Red: Bilal Ramadhan
Situ Cisanti yang merupakan hulu dari Sungai Citarum
Foto:
Tulisan Citarum 0 Kilometer di Situ Cisanti

Harus Dijaga

 

Atep menyayangkan kondisi sungai Citarum yang kini banyak tercemari di pemukiman penduduk. Pembangunan pabrik-pabrik dan gencarnya pemukiman warga diperparah dengan perilaku manusia yang apatis.

Warga dan pengusaha pabrik kerap membuang limbah dan sisa kebutuhan ke sungai. Padahal sungai merupakan sumber penghidupan kebutuhan sehari-hari.

Beberapa bulan ini Provinsi Jawa Barat tengah meributkan persoalan sampah menumpuk di beberapa aliran anak sungai Citarum. Sampah menumpuk terutama di kawasan perbatasan.

Berdasarkan data Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jawa Barat menyebutkan 70 titik anak sungai Citarum sudah tercemar. Pencemaran karena limbah domestik ataupun industri di puluhan titik anak sungai Citarum sudah melebihi standar baku mutu.

Bagi Atep, perilaku manusia sudah tidak sejalan lagi dengan kebiasan leluhur. Oleh karenanya ia berusaha untuk menjaga hulu Citarum agar tidak tercemar.

"Kalau yang disini tercemar gimana yang di bawah. Makanya manusia coba berpikir air ini sumber kehidupan manusia. Kalau kelakuannya begini coba 10 tahun lagi mungkin sudah nggak ada air bersih lagi," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement