Kamis 24 Mar 2016 20:53 WIB

Gunung Ijen dan Alas Purwo Jadi Cagar Biosfer UNESCO

Gunung Ijen, Jawa Timur.
Foto: Antara/Seno S
Gunung Ijen, Jawa Timur.

REPUBLIKA.CO.ID,  BANYUWANGI -- Gunung Ijen serta Taman Nasional Alas Purwo yang terletak di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur akhirnya ditetapkan menjadi Cagar Biosfer Dunia oleh UNESCO, Badan PBB yang mengurusi pendidikan dan kebudayaan.

Keduanya ditetapkan sebagai Cagar Biosfer dalam sidang International Coordinating Council (ICC) Program MAB (Man and The Biosphere) UNESCO di Kota Lima, Peru, pada 18-20 Maret 2016. "Saya senang. Informasi ini akan semakin mendongkrak potensi pariwisata di Banyuwangi. Saya sudah dapat info tersebut termasuk foto penetapan yang dikirim langsung ke saya dari Peru,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam keterangannya yang diterima Kamis, (24/3).

Penetapan Gunung Ijen serta Taman Nasional Alas Purwo sebagai Cagar Biosfer menjadi berkah bagi Kabupaten Banyuwangi. Pasalnya, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa itu sudah ditetapkan sebagai kabupaten pariwisata. Pariwisata menjadi sektor utama pembangunan Banyuwangi. “Kini kami dapat status baru, itu sama juga dengan mendapat value baru berstandar dunia,” kata Azwar Anas.

Gunung Ijen dan Taman Nasional Alas Purwo sebenarnya destiasi lama. Hanya saja belum muncul di permukaan, belum banyak dipromosikan di level dunia. Kini, menurut Azwar Anas, kedua destinasi itu bisa diproyeksikan menjadi destinasi baru yang digarap dengan cara pandang baru. Apalagi, Cagar Biosfer adalah situs yang ditunjuk oleh berbagai negara melalui kerja sama program MAB-UNESCO untuk mempromosikan konservasi keanekaragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan.

Konsep cagar biosfer telah digagas oleh UNESCO sejak 1971 dan hingga saat ini jumlahnya mencapai 669 kawasan di 120 negara di dunia. Penetapan itu memang sangat masuk akal. Maklum, Kawah Ijen merupakan sebuah kawah terasam di dunia. Memiliki dinding kaldera setinggi 300-500 meter, dengan luasan 5.466 hektar. Untuk ukuran kawahnya sendiri kurang lebih 20 km.

Objek wisata Kawah Ijen kembali menyuguhkan keindahan yang fantastis. Dari cairan belerang yang mengalir tiada henti di bawah kawah menimbulkan pancaran api berwarna biru (blue fire). Fenomena ini hanya ada dua di dunia. Yang pertama di Islandia dan yang kedua ada di Kawah Ijen, Indonesia.

Alas Purwo pun tak kalah menarik. Selain punya hutan rimba yang luas, Alas Purwo juga punya Pantai Plengkung yang memiliki ombak cukup besar. Banyak turis asing yang berkunjung ke sini untuk surfing.

“Program Cagar Biosfer ini sejalan dengan komitmen kami dalam mengusung konsep pengembangan wisata yang menyuguhkan keindahan lingkungan. Ini juga akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” papar Bupati Anas.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement