Senin 14 Mar 2016 09:26 WIB

Hati-hati, Medsos Bisa Timbulkan Adiksi pada Anak

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari
Berbagai aplikasi sosial media di ponsel
Foto: flickr
Berbagai aplikasi sosial media di ponsel

REPUBLIKA.CO.ID, Menurut psikolog anak dan remaja dari Yayasan Pulih Ika Putri Dewi, anak di bawah usia 12 tahun belum membutuhkan akun di media sosial (medsos). Mereka justru butuh kegiatan untuk perkembangan konsep diri.

Lalu apakah ini berarti jika mereka sudah berusia di atas 12 sudah boleh menggunakan medsos? Jika ya, apa dampak positif dan negatifnya?

Menurutnya ketika anak memasuki usia di atas 12 tahun, media sosial sudah dapat dikatakan menjadi kebutuhan dalam rangka mencari pertemanan (peer group) yang lebih luas. Kebanyakan anak dan remaja memiliki media sosial adalah untuk sosialisasi.

"Bukan hanya gaya, tapi memenuhi kebutuhan mereka, misalnya grup kelas atau sekolah. Menurut Saya itu baik dan sehat," ujarnya kepada wartawan dalam acara 'Ngobras dengan tema Anak dan Medsos' di Jakarta, Jumat (11/3).

Namun anak usia di bawah 18 tahun, kematangan emosi dan berpikirnya belum sempurna. Jadi walaupun sudah boleh menggunakan medsos, mereka tetap harus dibantu orang dewasa. Apalagi mereka yang masih masa remaja usia 12 tahun ke atas, dimana saatnya mereka mencari identitas diri, media sosial diperlukan. "Tapi kalau tidak matang ekspresikan diri jadi tidak bijak menggunakan medsos," ujarnya.

Misalnya, lanjut Ika, banyak foto yang tidak seharusnya diunggah di media sosial atau cara berkomunikasi yang mengarah ke bullying.

Satu lagi efek yang perlu dipikirkan jika anak diberikan kebebasan seluas-luasnya adalah adiksi terhadap internet. "Medsos itu enak dan gampang digunakan. Anak-anak dikasih sesuatu yang seperti itu mereka kecenderungan akan adiksi. Bahkan pada orang dewasa sekalipun," ujarnya.

Adiksi dapat merembet ke hal-hal yang buruk. Jika masih usia anak-anak kebanyakan mereka jadi korban.

“Dorongan mengekspresikan diri di usia remaja awal membuat mereka cenderung memfungsikan medsos sebagai ajang tampil diri. Apalagi kalau mereka tidak punya modal untuk unjuk prestasi. Sayangnya sistem tidak memfilter apakah pengguna akun benar-benar sudah sesuai umur atau tidak,” paparnya.

(baca: Mengintip Serunya Bioskop Anak Pertama di Tangerang)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement