Kamis 11 Feb 2016 14:08 WIB

Ini Kata Psikolog Saat Anak Terpapar Emoticon LGBT

Rep: C21/ Red: Indira Rezkisari
Bertutur lewat emoji atau emoticon sudah menjadi kebiasaan jamak. Waspadai penggunaannya agar berdampak positif pada remaja.
Foto: flickr
Bertutur lewat emoji atau emoticon sudah menjadi kebiasaan jamak. Waspadai penggunaannya agar berdampak positif pada remaja.

REPUBLIKA.CO.ID, Seruan seorang dai untuk memboikot penggunaan aplikasi tertentu untuk berkomunikasi menimbulkan pertanyaan di benak orang tua. Aplikasi tersebut pasalnya menampilkan emoticon atau emoji yang menunjukkan kecenderungan menyukai sejenis atau populer dengan istilah LGBT.

Anak-anak pun jadi pikiran orang tua. Sebab, anak-anak masa kini menggemari aplikasi tersebut dan menggunakan emoticon untuk berbincang dengan teman sebayanya via ponsel.

Apakah dampaknya bagi anak yang terpapar emoticon LGBT itu?

"Apakah berpengaruh kalau anak menggunakan chatting berupa emoji (LGBT), kalau terus-menerus?" tanya Parental Communication Specialist, Hana Yasmira, Kamis (11/2).

Dia menjawab keinginantahuan anak umumnya besar. Oleh karena itu, ketika mereka melihat sesuatu yang asing mereka akan mencoba mencari tahu.

Mengenai pengaruh adanya simbol-simbol LGBT di beberapa medsos, dikatakannya bergantung berapa banyak simbol itu terpapar ke anak. Sebagai contoh anak yang hanya sekali menonton fim porno tanpa sengaja, berbeda pengaruhnya kalau setiap hari dilihat secara rutin.

"Artinya semakin banyak dia terpapar, pengaruhnya semakin besar," tutur dia.

Pengaruhnya yang mungkin terjadi adalah mengacaukan pola pikir anak. Anak yang sudah kecanduan pornografi akan rusak cara berpikirnya. Hana mengatakan, rusak caranya memahami dunia dan memandang hidup.

"Seandainya tidak terlalu banyak melihat, pengaruhnya tidak terlalu besar," tutur dia.

Misalkan, hanya simbol dilihat anak, menurut dia, kemungkinan kecil anak terpengaruh. Namun, terkadang simbol tersebut disertai kata-kata dan sudah masuk pornografi dunia maya. Perlu diketahui, anak-anak yang telah menjadi korban siber pornografi juga banyak.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement