Kamis 04 Feb 2016 16:53 WIB

Ini Mengapa Sejak Usia Sekolah Anak Penting Kenal Asuransi

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari
Asuransi
Foto: flickr
Asuransi

REPUBLIKA.CO.ID, Direktur Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) Syariah Otoritas Jasa Keuangan Mochamad Muchlasin, mengatakan kemampuan perencanaan keuangan masyarakat Indonesia masih banyak yang jeblok alias rendah.

Bahkan masih banyak orang Indonesia tidak mengerti mengenai asuransi. “Dari 100 orang, hanya ada 17 orang yang mengerti atau sekitar 1,7 persen yang mengerti asuransi,” jelasnya kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Bukan hanya itu pemahaman tentang lembaga keuangan lainnya di Indonesia juga sangat rendah. Dalam survei OJK, hanya 36 persen responden atau 4 dari 10 responden yang paham. Akibatnya pendapatan asuransi hanya Rp 462 triliun atau hanya setengah dari bank terbesar di Indonesia. “Mereka tidak paham asuransi untuk jangka panjang,” ujarnya.

Banyak masyarakat yang tidak begitu memahami asuransi karena tidak mengerti cara kerjanya. Karena itu tak heran jika mereka tak mau menitipkan uangnya di asuransi. Padahal, untuk jangka panjang, asuransi lebih bagus dibanding bank.

Menurutnya masyarakat masih menyukai produk perbankan. Alasannya jika menggunakan tabungan di bank, masyarakat merasa lebih mudah menggunakannya. Jika ada keperluan mendadak akan mudah mengambilnya. Sementara di asuransi sulit.

“Jika menabung harian untuk jangka panjang, kalau menggunakan ATM pasti akan diambil sedikit demi sedikit. Nah kalau untuk jangka panjang kuliah anak misalnya harus investasi,” ujarnya.

Saat ini menurutnya tidak ada pendidikan yang mengajari bagaimana cara menabung atau membeli asuransi yang bagus. Jadi orang akan belajar sendiri. Karena itu pendidikan mengenai keuangan harus dikenalkan sejak dini. Paling tidak saat usia sekolah. Disaat ini anak bisa dengan musah memahami asuransi.

“Karena itulah OJK akan terus melakukan literasi keuangan hingga memasukkannya ke dalam kurikulum pendidikan,” ungkapnya.

Menurutnya, hal ini harus dilakukannya secara kreatif, beri kesempatan kepada anak-anak kita belajar sedini mungkin. Sehingga, waktu dewasa bisa memilih produk lembaga keuangan yang lebih cocok. Salah satunya perlindungan risiko yakni asuransi.

(baca: Sekolah Mahal Pasti Bagus? Ini Jawaban Pakar Pendidikan)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement