Selasa 02 Feb 2016 17:15 WIB

Presiden: Pertumbuhan Pariwisata Indonesia di Atas Rata-rata

Danau Toba
Foto: Republika/Subroto
Danau Toba

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan pariwisata Indonesia pada 2015 tumbuh di atas rata-rata negara lain di dunia.

"Pariwisata di Indonesia tahun 2015 tumbuh di atas rata-rata negara yang lain hanya 4,4 persen," kata Presiden Jokowi ketika membuka rapat terbatas (ratas) dengan topik Rencana Pengembangan Destinasi Pariwisata Danau Toba dan Badan Otoritas Pariwisata Danau Toba di Kantor Presiden Jakarta, Selasa (2/2).

Ia mengatakan, rata-rata pertumbuhan pariwisata negara-negara di kawasan ASEAN juga hanya sebesar 6 persen.

Tercatat menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan pariwisata Indonesia tahun 2015 sebesar 7,2 persen atau di atas pertumbuhan pariwisata dunia sebesar 4,4 persen.

Presiden juga menyambut baik karena kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sepanjang 2015 juga melampaui target yang ditetapkan 10 juta orang.

"Saya mendapatkan info dari Menteri Pariwisata bahwa kunjungan turis mancanegara tahun 2015 mencapai 10,4 juta (orang), naik sangat signifikan dan estimasi perolehan devisa di sektor ini Rp144 triliun," ujarnya.

Pertumbuhan pariwisata Indonesia tercatat jauh lebih baik dibandingkan negara kompetitor Malaysia pada Januari-Juni 2015 minus 9,4 persen, dan Singapura pada Januari-Desember 2015 tumbuh nol persen, sedangkan Thailand tumbuh di atas Indonesia sebesar 23 persen selama Januari-Desember 2015.

"Diperlukan sebuah kecepatan terobosan baik regulasi maupun pekerjaan-pekerjaan di lapangan sehingga hasilnya segera bisa di kita nikmati," kata Presiden.

Ia menambahkan, tahun ini sebanyak 10 destinasi wisata sudah diprioritaskan untuk dikembangkan meliputi Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuhan Bajo, Bromo-Tengger-Semeru, Kepulauan Seribu, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai, dan Tanjung Kelayang.

"Destinasi prioritas yang sudah kita putuskan, beberapa sudah kita lihat di lapangan," tutur Presiden Jokowi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement