Ahad 31 Jan 2016 09:37 WIB

Single Destination Single Management, Strategi Datangkan Wisatawan Lebih Banyak

Candi Borobudur
Foto: Antara
Candi Borobudur

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Pada rapat terbatas yang dilakukan Presiden Jokowi dan Menteri Pariwisata Arief Yahya serta didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menghasilkan poin untuk mempercepat pembangunan daerah wisata.

Salah satunya dengan membentuk Badan Otorita Candi Borobudur agar penataannya lebih baik. Presiden Jokowi mengarahkan agar pengelolaan kawasan Candi Borobudur diperbaiki. Dia sudah mendengar bahwa kawasan wisata tersebut ditangani oleh 4 pihak.

"Kalau kapal nahkodanya empat, biasanya memutuskannya bingung. Nah ini yang harus kita putuskan, juga masalah yang berkaitan dengan zonasi dan lain-lainnya," ujar Presiden.

Dalam kesempatan yang sama, Menpar Arief mempertegas hal tersebut dengan istilah Single Destination Single Management! Menurut dia, Badan Otorita Borobudur tersebut tugas utamanya adalah share infrastructure.

"Misalnya berkoordinasi dengan Men PU PR soal jalan, akses, tol, jembatan dan lainnya. Bagaimana dengan manajemen lama? Posisi badan otorita ini di atas manajemen, lebih luas dan memberi keleluasaan untuk bergerak lebih cepat pada manajemen," jelas Menpar.

Badan ini dikatakan Menpar Arief akan mulai efektif per Februari 2016. "Karena target wisatawan mancanegara 2 juta, naik 7 kali dari capaian selama ini 250 ribu di 2019. Wisnus selama ini sudah 5 juta dan itu bisa meledak lagi," ucap Menpar Arief.

Jika angka itu tercapai, lanjut Menpar, maka akan mendapatkan devisa 2 Miliar dolar AS pada 2019. "Investasi yang dibutuhkan sekitar Rp 20 Triliun. Rp 10 Triliun berasal dari Pemerintah untuk infrastruktur, sisanya Rp 10 Triliun lainnya dari private sector untuk pembangunan Amenitas Pariwisata (Hotel, Restoran, dll)," tandasnya.

Begitu seriusnya tema candi dengan 504 arca dan 2672 panel relief ini, sehingga Ratas ini dihadiri Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri PAN dan) Yuddy Chrisnandi, Menteri Koperasi Dan UKM AAGN Puspayoga, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement