Kamis 21 Jan 2016 11:39 WIB

Jaga Idealisme, Kamila Andini tak Ragu Produksi Film Sendiri

Rep: Ahmad Fikri Noor/ Red: Hazliansyah
Kamila Andini
Foto: Republika/Prayogi
Kamila Andini

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Idealisme berkarya adalah hal penting bagi sutradara Kamila Andini. Putri sutradara kondang Garin Nugroho itu mengaku kerap mencari jalan sendiri untuk merealisasikan ide-ide filmnya. Meski melawan arus pasar, Kamila tetap berusaha menjaga gayanya dalam berkarya.

"Yang saya ingin lakukan adalah berkarya 100 persen. Bisa diterima atau tidak ya Wallahu A'lam," ujarnya kepada Republika.co.id, Rabu (20/1).

Sutradara film 'Mirror Never Lies' itu mengaku membuat film dengan produksi kecil. Dengan produksi sendiri, kata Kamila, ia tidak perlu memikirkan pasar dan bisa menjaga idealisme.

Meski begitu, ia mengakui, sebagai filmmaker tentu ingin karyanya bisa ditonton orang sebanyak mungkin.

Kamila menyatakan pasar perfilman di Indonesia cukup menghambatnya dalam berkarya. Film 'Mirror Never Lies' yang bercerita tentang warga suku Bajo diproduksi pada 2011. Sementara film selanjutnya yakni "The Seen and Unseen" saat ini masih dalam tahap penyelesaian produksi.

"Terakhir buat film 2011 dan sekarang baru bisa buat lagi. Itu waktu yang cukup lama," ujarnya.

Alumni Jurusan Sosiologi dari Universitas Deakin di Melbourne, Australia itu tetap optimistis kualitas film-film di Indonesia akan meningkat.

"Tentu memang butuh waktu dan determinasi yang tinggi. Karena buat saya yang penting bukan karakter penonton, tapi justru apa yang filmmaker buat bisa mengubah karakter penonton," ujarnya.

Kamila mengatakan, filmmaker harus terus menelurkan karya-karya berkualitas meski penonton minim.

"Fungsi film tidak hanya masalah laku dan tidak laku. Fungsi film itu adalah gagasan, statement, dan media berbicara," kata Kamila.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement