Selasa 29 Dec 2015 13:38 WIB

15 Tradisi Minum Teh dari Seluruh Dunia (3-Habis)

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Secangkir teh panas di musim hujan sungguh menyenangkan, tapi waspadai bahaya yang mengintai dari menyeruput minuman yang terlalu panas.
Foto: Republika/Prayogi
Secangkir teh panas di musim hujan sungguh menyenangkan, tapi waspadai bahaya yang mengintai dari menyeruput minuman yang terlalu panas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Minum teh adalah tradisi masyarakat kuno 2737 SM. Kaisar Cina, Shennong menurut legendanya memasukkan dedaunan kering ke cangkir air panasnya.

Sejak itu tradisi minum teh menyebar ke seluruh dunia. Resep dan tata cara minum teh di setiap negara juga berbeda. ROLers, berikut adalah 15 cara menikmati secangkir teh dari berbagai negara di dunia, dilansir dari Mental Floss, Selasa (29/12). (Sebelumnya: 15 Tradisi Minum Teh dari Seluruh Dunia (2))

10. Jepang

Seperti Cina, Jepang juga mempunyai upacara minum teh nan rinci, seperti chanoyu, sado, atau ocha. Acara minum teh ini bergantung siapa tamu yang dilayani, mulai dari persiapan, peralatannya, hingga pembuatannya. Rinciannya bervariasi bergantung hari dan musim. Teh green matcha lebih disukai, disajikan dengan permen untuk melawan rasa pahitnya.

11. Pakistan

Teh adalah minuman umum yang disajikan untuk tamu di Pakistan. Orang-orang Khasmir mengenal noon chai, teh campuran pistachio, almond, garam, susu, dan rempah-rempah, seperti kapulaga, kayu manis, dan adas. Warna teh ini merah muda, biasanya dinikmati dengan kue-kue, seperti sheermaal, kandir tchot, bakarkhani, dan kulcha.

12. Inggris

Teh diperkenalkan di Inggris pada abad ke-17. Tradisinya cukup ikonik, dinikmati di sore hari. Pada 1840, teh biasanya diminum saat  jam makan siang, dan makan malam jam delapan. Hari ini teh menjadi elemen utama dalam kehidupan di Inggris.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement