Kamis 10 Dec 2015 09:55 WIB

McDonald's Hangzhou Jadi Outlet Paling Kontroversial di Dunia

Bangunan bersejarah di timur Cina diubah jadi gerai McDonald's dan menimbulkan kontroversi.
Foto: EPA
Bangunan bersejarah di timur Cina diubah jadi gerai McDonald's dan menimbulkan kontroversi.

REPUBLIKA.CO.ID, Makanan cepat saji telah memicu beragam kontroversi di bidang kesehatan. Tapi kontroversi ini bukan terkait kesehatan, tapi justru budaya Cina.

McDonald's akhir bulan lalu membuka gerainya di sebuah bangunan cagar budaya di sebelah timur Cina di Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang. Bangunan ini dulunya merupakan kediaman pemimpin Taiwan.

Vila berumur 84 tahun itu dimiliki oleh Chiang Ching-kuo, putra mantan pemimpin Kuomintang yakni Chiang Kai-sek. Kai-sek dulu tinggal di kediaman dua lantai sekitar sebulan di tahun 1940 sebelum Kuomintang kalah dalam perang sipil melawan Partai Komunis Cina.

Pakar konservatori sedianya akan mengubah bangunan sebagai museum untuk mempromosikan hubungan antara Cina dan Taiwan. Cucu Kai-sek, Demos Chiang, menyatakan kesedihannya. "Saya tidak paham, bagaimana bsia membuka McDonald's di vila? Apakah ada regulasi yang membiarkan bangunan warisan budaya untuk itu," tanya dia.

(baca: Iklan McDonald's Dinobatkan Iklan Terburuk Dekade Ini)

Pakar konservatori dari Universitas Zhejiang mengatakan bangunan tersebut merupakan simbol sejarah Cina dan Taiwan. Penggunaannya sebagai outlet makanan cepat saji asing merusak nilainya.

Pejabat Zhejiang mengatakan bahwa Chiang Ching-kuo hanya tinggal di sana sebentar saja. "Yang tersisa hanya bangunan utamanya. Interiornya tidak sama seperti ketika digunakan keluarga Chiang. Tidak ada alasan mengubahnya jadi museum."

Hal yang sama terjadi di tahun 2000 ketika Starbucks buka di Kota Terlarang. Pada 2007 outlet tersebut terpaksa ditutup karena protes terkait komersialisasi istana dan sekitarnya.

Dalam pernyataannya, juru bicara McDonald's Cina mengatakan perusahaannya menghormati bangunan budaya dan kultur Cina. Menambahkan, mereka adalah bagian dari komunitas tersebut.

"Kami di McDonald's Cina akan memastikan komitmen untuk memelihara bangunan. kami telah bekerja sama dengan otoritas terkait dan arsitek memastikan bangunan terjaga," ujarnya, dikutip dari The Guardian, Kamis (10/12).

Interior dalam McDonald's yang berdiri di bangunan bekas pemimpin Kuomintang

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement