Jumat 20 Nov 2015 00:44 WIB

Penyelenggaraan Festival Danau Toba 2015 Dinilai tak Matang

Rep: Issha Harruma/ Red: Winda Destiana Putri
Danau Toba
Foto: Republika/Subroto
Danau Toba

REPUBLIKA.CO.ID, KARO -- Festival Danau Toba 2015 resmi dibuka di Open Stage Taman Mejuah-juah, Berastagi, Kabupaten Karo Selasa (19/9) sore.

Berbeda dari dua festival sebelumnya yang digelar di dekat Danau Toba di Kabupaten Samosir (2013) dan Toba Samosir (2014), kali ini, Pemprov Sumut bersama Kementerian Pariwisata menggelar acara ini di Karo.

Meski merupakan satu dari tujuh kabupaten yang mengelilingi Danau Toba, namun, lokasi pembukaan dan penyelenggaraan sebagian besar kegiatan jauh dari danau terbesar se-Asia Tenggara tersebut.

Pembukaan Festival Danau Toba 2015 dihadiri oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Bupati Karo Terkelin Brahmana, dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut Elisa Marbun.

Karnaval ulos, kain khas suku Batak oleh sekitar 300 orang, mulai dari yang muda hingga tua, menandai pembukaan festival tersebut. Selain itu, ulos terpanjang di dunia sepanjang 400 meter juga ikut dipamerkan. Tarian massal empat Puak Batak, yakni Karo, Toba, Simalungun, dan Dairi pun ikut meramaikan pembukaan Festival Danau Toba 2015.

Sayangnya, sejumlah pengunjung mengeluhkan pelaksanaan agenda nasional yang rutin dilaksanakan sejak tahun 2013 ini. Kemeriahan yang diinginkan pengunjung dalam Festival Danau Toba 2015 justru tidak terlihat.

Nirwan (25), warga kota Medan, mengaku telah datang ke lokasi pembukaan sejak pukul 10.00 WIB. Namun sayang, usai menempuh jarak puluhan kilometer dengan menggunakan sepeda motor sendirian, ia harus menelan kekecewaan setelah melihat pembukaan acara tersebut.

"Kurang meriah, panggungnya kecil. Seperti enggak siap. Tadi pagi datang masih becek di sekitar panggung, berlumpur," kata Nirwan kepada Republika.

Karyawan swasta ini mengatakan, jika dibandingkan tahun lalu, pelaksanaan Festival Danau Toba tahun ini jauh berbeda.

"Mungkin karena kalau tahun lalu dekat Danau Toba jadi masyarakat mau meramaikan itu. Kalau ini sepi," ujarnya.

Rahmat, warga Medan lainnya juga mengatakan hal senada. Bersama teman-temannya, ia datang ingin melihat kemeriahan Festival Danau Toba seperti yang ia lihat tahun lalu.

"Kurang meriah, kayak acara tingkat kabupaten aja. Panggungnya, antusiasme masyarakatnya," kata Rahmat.

"Sosialisasinya kurang karena mundur kan katanya. Padahal katanya mau narik wisatawan luar negeri juga. Gimana kalau gini."

Pelaksanaan Festival Danau Toba tahun ini awalnya memang direncanakan akan digelar bulan September. Namun, karena ketidaksiapan sejumlah pihak, maka diundur menjadi November.

Tak hanya dari pengunjung, Camat Berastagi Mirton Ketaren pun mengakui persiapan yang serba mendadak ini. Menurut Mirton, seharusnya, untuk agenda rutin dan besar seperti Festival Danau Toba ini, komunikasi antara Pemprov dan Pemkab dilakukan sejak jauh hari.

"Koordinasi baru jalan sekitar satu bulan ini. Dan sudah beberapa minggu ini nggak ada kontak lagi dari Pemprov sampai sekarang," kata Mirton saat ditemui Republika.

Mirton mengklaim, pihaknya bersama Pemkab Karo sudah melakukan usaha maksimal agar pelaksanaan festival tahun ini berjalan sukses. Namun, ia mengakui, sebagai acara bertaraf nasional, apa yang mereka tampilkan saat ini memang belum maksimal. 

"Untuk acara sebesar ini dan persiapan yang seperti ini, ini belum maksimal. Acara konser aja lebih siap dari ini," ujarnya sembari tersenyum.

Meski begitu, Mirton berterima kasih karena telah diberi kesempatan untuk menyelenggarakan acara ini di tempatnya. Sebagai salah satu objek wisata di Sumut, lanjutnya, Berastagi masih memerlukan kegiatan seperti ini sebagai ajang promosi.

"Selain untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Karo, khususnya Berastagi, tentu ini dapat menunjang pariwisata nasional. Bahwa kabupaten Karo dan Berastagi yang dibilang terpengaruh dampak Sinabung, tidak kena di sini. Kecuali di zona merah radius lima km," kata Mirton.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement