Kamis 19 Nov 2015 15:26 WIB

Bali Diprediksi Kebanjiran Wisman Pascateror Paris

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Pariwisata Bali (ilustrasi)
Foto: antara
Pariwisata Bali (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Pulau Dewata diperkirakan akan kebanjiran wisatawan mancanegara (wisman) setelah tragedi aksi teror di Paris, Prancis beberapa waktu lalu. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace mengatakan hal ini berdasarkan pengalaman saat terjadinya Bom Bangkok, Thailand.

"Saat terjadi tragedi kemanusiaan di Thailand, kedatangan wisman ke Bali tiba-tiba meningkat dikarenakan mereka mengalihkan destinasi liburan yang awalnya ke Thailand," kata Cok Ace di Denpasar, Kamis (19/11).

Meski demikian, Cok Ace sama sekali tak berharap memetik hasil dari musibah negara sahabat. Bali harus terus meningkatkan kualitas destinasi pariwisatanya dalam hal pelayanan terhadap pengunjung.

Insiden Paris juga mengingatkan Bali untuk terus berbenah dari sisi keamanan wilayah. Bali sendiri pernah menjadi sasaran bom pada 2002 yang juga memukul telak sektor pariwisata kala itu.

PHRI Bali memprediksi jumlah kunjungan wisman asal Prancis ke Bali pada saat yang sama akan menurun. Hal ini diproyeksikan terlihat pada peak season Natal dan Tahun Baru 2016.

Pada periode Januari – September 2015, secara kumulatif wisman yang datang ke Bali sebanyak 2.990.813 orang. Untuk periode tersebut asal wisman yang paling banyak datang ke Bali berkebangsaan Australia, Cina, Jepang, Malaysia, dan Inggris dengan persentase masing-masing sebesar 24,33 persen, 18,26 persen, 5,69 persen, 4,62 persen, dan 4,01 persen.

Sepanjang medio tersebut, wisman asal Prancis menempati posisi ketujuh. Jumlah wisman yang datang dari negara tersebut ke Bali mencapai 99.901 orang atau 3,34 persen dari total wisman keseluruhan yang berkunjung ke Bali.

Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri), Komisaris Jenderal Budi Gunawan meminta desa-desa adat di Bali untuk meningkatkan pengamanannya. Hal ini dalam rangka ikut serta membantu pencegahan aksi teror di Bali.

"Pecalang (polisi adat) misalnya bisa menjadi mitra aktif untuk meningkatkan kewaspadaan," kata Budi.

Keramahtamahan warga Bali yang terbuka kepada seluruh tamu asing, kata Budi jangan sampai mengurangi tingkat kewaspadaan. Bali menjadi salah satu provinsi terpenting di Indonesia yang menjadi wilayah strategis dan perhatian dunia. Selain Bali, Budi mengatakan Polri juga mengawasi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sedang mengalami geliat sektor pariwisata, seperti halnya Bali.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement