Senin 12 Oct 2015 11:16 WIB

Pilihan Nutrisi Tepat Optimalkan Tumbuh Kembang Anak

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Indira Rezkisari
Anak makan buah
Foto: AP
Anak makan buah

REPUBLIKA.CO.ID, Praktisi gizi Sari Sunda Bulan menjelaskan, asupan nutrisi yang seimbang dan sesuai tahapan usia bayi akan bekerja secara efektif dalam tumbuh kembangnya. Dengan perbedaan usia anak dalam periode emas 1000 hari, mereka dipastikan harus mendapatkan asupan nutrisi yang berbeda, dengan cara pemberian nutrisi yang lain pula.

Untuk bayi usia 0-6 bulan, mereka hanya diberikan air susu ibu (ASI). Makanan lain baiknya tidak dijadikan asupan bayi, karena perut mereka belum siap dalam mencerna makanan lain. Terlebih gizi dalam ASI telah memberikan nutrisi banyak bagi seorang bayi.  

ASI yang pertama keluar dari seorang ibu sangat bermanfaat bagi kekebalan sang buah hati. Maka diperlukan inisiasi menyusui dini setelah bayi dilahirkan. Satu lagi hal penting dalam kandungan ASI, seorang ibu menyusui jangan sampai menyia-nyiakan ASI pertama yang berwarna kekuningan. Pasalnya dalam ASI tersebut mengandung zat gizi dan kekebalan yang sangat diperlukan bayi.

Ketika bayi memasuki fase 6-12 bulan, mereka mulai bisa diberi asupan pendamping ASI. Seperti nasi tim, sayur-sayuran dan lauk-pauk. Jangan lupa sertakan buah atau sari buah seperti pisang dan pepaya.

Sari menjelaskan, dengan ASI dan berbagai makanan pendamping, orang tua harus mengerti bahwa hampir 80 persen sistem daya tubuh anak bayi terletak pada saluran pencernaan. Pilihan nutrisi yang tepat dapat melengkapi kebutuhan si kecil secara menyuluruh. "Nutrisi untuk membantu perlindungan dapat diperoleh dari berbagai sumber makanan yang mampu menghasilkan bakteri baik seperti Lactobacillus rhamnonusu, Bifidobacterium longum. Serat pangan inulin pun menjadi syarat mutlat untuk menjaga kesehatan bayi," jelas Sari.

Ketika memasuki fase umur 1-2 tahun, makanan pendamping bisa diberikan sebanyak tiga kali sehari. Mulai dari pagi, siang dan malam. Tapi asupan nutrisi ini pun tidak boleh terlalu berlebihan meski anak menginginkannya.

Memperbanyak variasi makanan yang mempunyai nutrisi tinggi seperti minyak ikan, daging, telur dan berbagai macam sayur serta buah-buahan pun patut dicoba. Hal ini bisa membuat anak tidak sungkan memakan makanan bergizi ketika besar nanti. "Pada usia bayi mencapai satu tahun, berat badanya lazim mencapai 3 kali pada saat bayi lahir. Dari situ kita juga bisa tahu seberapa banyak memberikan takaran makanan," pungkasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement