Rabu 07 Oct 2015 09:36 WIB

Sulit Bangkit Setelah Putus, Coba Renungkan Ini

Rep: Ahmad Islamy Jamil/ Red: Indira Rezkisari
Ada orang sulit bangkit alias gagal ‘move on’ akibat patah hati. Namun ada pula yang mampu keluar dari keadaan yang tidak menguntungkan itu dalam waktu yang relatif singkat.
Foto: pdpics
Ada orang sulit bangkit alias gagal ‘move on’ akibat patah hati. Namun ada pula yang mampu keluar dari keadaan yang tidak menguntungkan itu dalam waktu yang relatif singkat.

REPUBLIKA.CO.ID, Sebagian orang pernah mengalami patah hati karena putus cinta. Kalau sudah begitu, manisnya madu bakal terasa pahit di lidah. Gairah hidup pun seakan-akan sirna ketika mendengar kata ‘putus’ terucap dari mulut si dia.

Ada orang sulit bangkit alias gagal ‘move on’ akibat patah hati. Namun ada pula yang mampu keluar dari keadaan yang tidak menguntungkan itu dalam waktu yang relatif singkat.

Berikut ini beberapa tips bagi Anda ketika menjalani masa-masa patah hati, seperti dilansir Yourtango, Rabu (7/10).

Semua proses itu membutuhkan waktu

Jangan menyalahkan diri sendiri ketika Anda tidak menemukan pengganti yang tepat dalam hitungan pekan atau bulan. Sebuah perpisahan umumnya selalu diikuti oleh masa berkabung. Sangat penting untuk memberikan diri Anda waktu berduka sebelum Anda menjalin hubungan baru.

Selama masa berkabung itu berlangsung, ada baiknya Anda mengisi hidup Anda dengan hal-hal lain sebagai proses pembelajaran. Anda tidak dapat menguasai bahasa Inggris dalam semalam, Anda juga tidak bisa menguasai olahraga hanya dalam semalam. Begitu pula halnya, Anda tidak bisa menguasai keadaan putus cinta hanya dalam semalam dan langsung menemukan tambatan hati yang baru keesokan harinya.

Yakinlah, Anda akan menemukan ‘seseorang’ pada waktu yang tepat

Hubungan yang baru saja berakhir menjadi bukti bahwa Anda mampu mencintai seseorang dan berbagi diri Anda dengan dia. Hanya karena putus sekali dengan seseorang, bukan berarti bahwa tidak ada orang yang tepat buat Anda. Ketika putus cinta, itu artinya Anda belum menemukan belahan jiwa Anda.

Yakinlah, pasangan yang tepat sebenarnya sudah dipersiapkan Tuhan untuk Anda. Anda harus menunggu kehadirannya sembari mempersiapkan diri untuk menjadi pendamping terbaik untuknya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement