Ahad 04 Oct 2015 10:54 WIB
Jalan-Jalan Akhir Pekan

Bercengkrama dan Mengenal Aneka Burung di TMII

Rep: MGROL50/ Red: Winda Destiana Putri
Taman Burung TMII
Foto: MGROLC39
Taman Burung TMII

REPUBLIKA.CO.ID, Indonesia memiliki begitu banyak tempat wisata, salah satunya adalah Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

TMII didirikan oleh Tien Soeharto pada tahun 1970. Sebagai sebuah kawasan rekreasi untuk tujuan hiburan dan edukasi yang memampilkan keanekaragaman budaya, TMII tidak pernah sepi pengunjung, terlebih saat hari libur nasional. Di TMII terdapat 12 taman flora dan fauna, salah satunya adalah Taman Burung.

Taman Burung merupakan salah satu destinasi wisata dibidang satwa yang terbesar di Jakarta. Selain sebagai tempat wisata, Taman Burung juga sudah ditetapkan oleh Pemerintah DKI Jakarta sebagai wahana konservasi yang melindungi dan melestarikan pelbagai jenis burung langka di Indonesia. Hal ini dilakukan oleh Taman Burung untuk membantu program pemerintah yang sedang melalukakan upaya untuk melestarikan burung-burung langka yang terdapat di Indonesia.

Taman Burung juga ditetapkan sebagai wahana edukasi yang memberikan pembelajaran bagi para wisatawan atau pengunjung yang datang.

Di bangun pada tahun 1977 dan memiliki luas kurang lebih 8 hektar, Taman Burung memiliki 173 jenis burung yang ditempatkan di 2 kubah besar, yakni kubah barat dan kubah timur. Di kubah barat jenis burung yang tersedia berasal dari daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali. Dan di kubah timur jenis burung yang tersedia berasal dari Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Papua. Namun, drh. M. Piter Kombo selaku Kepala Taman Burung menyatakan bahwa jenis burung di Taman Burung selalu mengalami peningkatan dan tentunya mendapatkan perawatan yang sangat baik.

"Tersedia berbagai fasilitas perawatan untuk burung, ada area penataran, area perawatan, laboraturium dan klinik khusus untuk burung," kata Kombo saat Republika.co.id temui belum lama ini.

Di Taman Burung, pengunjung dapat berfoto dan bercengkrama dengan berberapa jenis burung yang sudah dilatih, diajarkan, dan dirawat sejak kecil oleh pihak Taman Burung. Pengunjung juga bisa menikmati dikeliling oleh burung-burung yang terdapat di dalam kubah, karena burung-burung tersebut di bebaskan oleh pihak Taman Burung, agar burung-burung tersebut tetap mengalami kenyamanan layaknya dialam bebas.

Pengunjung yang datang tidak hanya dari Indonesia, wisatawan asing khususnya Asia, Eropa dan Amerika juga tidak sedikit yang mengunjungi Taman Burung ini.

"Untuk pengunjungnya sendiri tidak hanya dari Indonesia ya. Ada juga wisatawan asing yang berkunjung kesini, khususnya Asia 25 persen, Eropa 5 persen, Amerika 5 persen," tambah Kombo. 

Harga tiket masuk Taman Burung juga tidak terlalu mahal, hanya dengan Rp 20 ribu pengunjung bisa berwisata sambil belajar. Dan tentunya mengenal lebih dalam dengan berbagai jenis burung yang terdapat di Indonesia.

Kombo memiliki harapan agar destinasi wisata seperti ini (Taman Burung) dapat didatangi oleh banyak masyarakat. Terlebih di zaman seperti ini, dimana masyarakat lebih tertarik untuk mengujungi tempat bermain ataupun Mal.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement