REPUBLIKA.CO.ID, Saat ini tak sedikit orang tua memasukkan anaknya ke kelompok bermain atau pendidikan anak usia dini (PAUD). Bahkan sejak usia anak masih di bawah tiga tahun mereka sudah melakukannya. Sebenarnya perlukah anak masuk playgroup ataupun PAUD?
Psikolog Anak dan Keluarga, Roslina Verauli mengatakan anak membutuhkan stimulasi, apalagi saat berusia dua sampai enam tahun. Di usia tersebut, ada area-area yang sangat pesat pertumbuhannya, terutama di bagian prefrontal otaknya. Jadi kegiatannya atau stimulasinya berupa bermain. Tapi, masalahnya tidak semua orang tua mampu mengajak anaknya bermain.
“Nah jadi, kalau kita orang tua tak mampu rasanya mengajak anak main yang memadai, tidak masalah anak dimasukkan kedalam playgroup atau kelompok bermain,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta beberapa waktu lalu.
Menurutnya, dalam keompok bermain utamanya adalah kurikulumnya. Sudah disesuaikan untuk kebutuhan tumbuh kembang anak berupa aktivitas bermain atau belum? Pastikan aktivitasnya bermain, karena ada playgroup atau PAUD yang nakal, mengajarkan baca tulis hitung (calistung), ajarkan kemampuan-kemampuan yang sifatnya operasional yang seharusnya diajarkan untuk anak usia enam tujuh tahun ke atas.
“Operasional itu seperti 2 + 3 = 5, ba-ca, itu operasional. Anak-anak dibawah usia enam tahun itu tak bisa, ada yang bisa namun itu jarang, karena latihan berulang saja karena pintar lihat pola, didengar sebenarnya bukan baca,” ungkapnya.
Jadi intinya boleh masukkan ke PAUD jika orang tua tidak mampu mestimulasi anak dalam kegiatan bermain yang sesaui dengan tumbuh kembangnya secara memadai. Tapi kalau orang tuanya mampu, tak usah PAUD pun tak masalah. Sebab anak sebenarnya lebih bahagia terlibat dengan ayah ibunya. Jadi puaskan dulu tiga tahun pertama di mana orang tua betul-betul terlibat intim. Atau setidaknya sampai usia empat tahun dimana anak mulai kenal lingkungan sekitar rumah.
“Jadi orang tua perannya sudah sedikit berkurang. Istilahnya kalau secara psikologis, usia nol sampai lima hold me tight, enam sampai 12 tahun put me down, 12 sampai 13 tahun go away leave me alone,” ujarnya.