Selasa 15 Sep 2015 06:17 WIB

Ups, Tren Fesyen Ini Ternyata Berdampak Buruk Bagi Kesehatan

Rep: Christiyaningsih/ Red: Indira Rezkisari
Penggunaan cat kuku berbahan jeli ternyata bisa menyebabkan kanker kulit.
Foto: Rakhmawaty La'lang/Republika
Penggunaan cat kuku berbahan jeli ternyata bisa menyebabkan kanker kulit.

REPUBLIKA.CO.ID, Wanita selalu ingin tampil cantik di manapun ia berada. Mayoritas wanita bahkan rela mengikuti tren fesyen terbaru meski harus mengorbankan kenyamanan beraktivitas. Baru-baru ini Fox News menemui sejumlah dokter dan mempertanyakan efek fesyen terhadap kesehatan. Dari penuturan para dokter tersebut diketahui ada empat kebiasaan populer yang jika tak segera dihentikan akan berdampak buruk bagi kesehatan.

Berikut empat tren fesyen yang mulai saat ini perlu dipertimbangkan untuk ditinggalkan.

Skinny jeans atau jins ketat

Pria maupun wanita masa kini tengah tergila-gila menggunakan skinny jeans. Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Keri Peterson, mengatakan orang-orang sebaiknya berpikir dua kali sebelum memakai jins ketat. "Jins ketat menekan syaraf di area paha yang dapat menyebabkan mati rasa dengan sensasi menyerupai kesemutan," katanya. Menurut Peterson jika dibiarkan terus menerus gejala ini akan meicu pada efek yang lebih serius misalnya stroke.

Sang dokter mengatakan sebaiknya penggunaan jins ketat dikurangi dan mulai beralih ke pakaian yang lebih longgar. Dengan demikian area pinggul dan paha tidak tertekan untuk waktu yang lama.

Ikatan rambut yang terlalu kencang

Rambut yang diikat ke belakang bak ekor kuda memang menimbulkan kesan yang klasik dan bersih. Akan tetapi dr. Peterson mengungkapkan baik pria maupun wanita hendaknya jangan mengikat rambutnya sepanjang hari.

Menarik rambut dalam jangka waktu yang lama dapat berujung pada traction alopecia yaitu keadaan dimana rambut  rontok dan bersifat permanen. Solusinya sangat mudah, kendurkan tali rambut atau biarkan saja rambut terurai.

Hak tinggi

Banyak orang meyakini menggunakan sandal atau sepatu hak tinggi dapat menimbulkan kesan yang lebih impresif. Akan tetapi pediatris dr. Suzanne Levine mengingatkan alas kaki berhak tinggi berpotensi besar menimbulkan cedera serius.

Menurutnya sudah banyak kasus yang diakibatkan oleh hak tinggi. Hak tinggi dapat mengakibatkan keseleo di pergelangan kaki, keretakan tulang, pembengkakan ibu jari kaki, dan cedera neuroma. Ia menyarankan agar tidak mengenakan hak tinggi sepanjang hari. "Gunakan di saat-saat tertentu saja dan sebagai gantinya bawalah sepatu ganti tanpa hak yang lebih nyaman," terangnya.

Levine juga menyarankan agar pengguna alas kaki berhak tinggi melakukan gerakan pemanasan ringan sebelum mengenakan sepatu atau sandal hak tingginya.

Jeli manikur

Belakangan ini jeli manikur menjadi salah satu piranti perawatan kuku yang amat populer. Jeli manikur dikenal tahan lama dan cepat kering di bawah sinar UV ketimbang perawatan manikur tradisional. Seorang dermatologis bernama dr. Eric Schweiger menjelaskan jeli ini akan berakibat fatal jika konsumen tidak cermat menggunakannya. "Paparan sinar UV yang berlebihan ketika menggunakan jeli dapat mengakibatkan penuaan dini dan menyebabkan kanker kulit," kata Eric.

Untuk mengurangi efek buruk dari bahan kimia tersebut, ia menyarankan agar para pengguna jeli manikur tidak terlalu sering terkena sinar UV. Selain itu penggunaan jeli perlu dikurangi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement