Sabtu 05 Sep 2015 16:47 WIB

Indonesia Ikuti Pameran Budaya Matta Fair di KL

Rujak buah menjadi salah satu makanan yang dipamerkan di Kuala Lumpur, Malaysia.
Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Rujak buah menjadi salah satu makanan yang dipamerkan di Kuala Lumpur, Malaysia.

REPUBLIKA.CO.ID, Indonesia menggelar pertunjukan budaya Tari Nusantara selama berlangsungnya ajang pameran internasional "Matta Fair 2015" di Kuala Lumpur, Malaysia.

Sekitar 24 penari dari Jakarta, Aceh, Jawa Tengah, serta Riau akan tampil mulai 4-6 September selama berlangsungnya Matta Fair yang dibuka secara resmi, Jumat (4/9), demikian keterangan pers KBRI Kuala Lumpur yang diterima.

Beberapa jenis tarian yang akan ditampilkan adalah sejumlah Tari Bali, Tari Panyoet Ratoh Meutalo, Tari Piasan Raya, dan Tari Marhaban dari Aceh, Tari Piring dari Minangkabau, Tari Rara Ngigel dari Solo, and Seni Melayu dari Riau (Puisi "Selendang Delima"), Sajak Tradisional (Pantun), serta Tari Zapin).

Disamping itu, Indonesia juga menyelenggarakan pertemuan antarindustri pariwisata Indonesia dan Malaysia dalam bentuk kegiatan "Indonesia Tourism Table Top" pada 2 September atau dua hari sebelum penyelenggaraan Matta Fair dimulai di Royale Chulan Hotel Kuala Lumpur.

Indonesia Tourism Table Top adalah forum yang mempertemukan pelaku pariwisata dari Indonesia dan Malaysia untuk mempromosikan dan menjual paket wisata Indonesia di Malaysia. Delegasi Indonesia terdiri dari 100 pelaku pariwisata yang terdiri atas agen travel, perhotelan dan akomodasi, serta destinasi pariwisata dari beberapa daerah di Indonesia.

Delegasi Indonesia berasal dari Aceh, Sumatra Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau (termasuk Batam), Sumatera Selatan, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Tenggara yang dipertemukan dengan 130 orang pengusaha dari Malaysia.

Masih dalam rangkaian Indonesia Tourism Table Top, akan dilaksanakan "Gala Dinner" dengan menampilkan tarian tradisional dari beberapa daerah di Indonesia oleh tim kesenian Enofpro Dance. "Kami berharap kegiatan Indonesia Tourism Table Top akan menghasilkan kesepakatan-kesepakatan bisnis yang positif di antara industri pariwisata di kedua negara, Malaysia dan Indonesia."

Pameran Makanan

Sementara itu pada 4-11 September di Zende Restaurant, Seri Pasific Hotel Kuala Lumpur, Malaysia, Kementerian Pariwisata akan menyelenggarakan "Food Festival Indonesia" dengan tema Kuliner Jawa Barat.

Di Food Festival Indonesia, pengunjung dapat menikmati beragam masakan tradisional otentik Indonesia yang dihidangkan oleh 'Chef' Isan Santibi dan 'Chef' Achmad Syarief dari Bumbu Desa, Indonesia. Jawa Barat memiliki beragam masakan lezat yang khas budaya Sunda, seperti Rujak Buah, Gado-gado, Tahu Isi, Asinan Bogor, Nasi Liwet, Nasi Merah, Mi Bakso, Mi Ayam, Mi Kocok, Mi Bandung, Sate Lontong, Sambel Lalap dan beragam masakan lainnya.

Kementerian Pariwisata berkeinginan memperkenalkan dan mempromosikan kuliner tradisional Indonesia di luar negeri, dan mampu bersaing dengan kuliner global lainnya secara internasional.

Kementerian Pariwisata juga berharap upaya ini dapat menimbulkan efek berupa meningkatnya perkembangan industri kuliner Indonesia yang dibuka di luar negeri.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement