REPUBLIKA.CO.ID, Banyak wanita di luar sana yang sedang hamil saat ini, sementara tak lama lagi ulang tahun pernikahannya yang kedua atau ketiga segera tiba. Banyak hal akan berubah begitu sang anak lahir, mulai dari perhitungan belanja rumah tangga, karier, jam istirahat, dan hubungan pernikahan.
Dalam rangka mendorong supaya hubungan keluarga Anda semakin harmonis, ini dia hal yang perlu Anda sadari akan berubah ketika sang buah hati hadir di dalam rumah tangga, dilansir dari Glamour, Selasa (25/8).
Pengeluaran diperketat
Sebelum anak pertama Anda lahir, Anda dan suami mungkin saja membelanjakan uang lebih fleksibel, seperti bisa menonton ke bioskop setiap pekan, makan di restoran hingga tiga kali sebulan. Setelah anak pertama lahir, suami biasanya menyadari bahwa penghasilannya mungkin kurang atau sekadar cukup. Oleh karenanya, kebutuhan akan menjadi prioritas utama rumah tangga Anda kemudian.
Waktu romantis berdua berkurang
Sejak ada anak, suami istri biasanya hanya punya waktu terbatas untuk berdua, sehingga mereka benar-benar menghargai waktu yang mereka miliki. Mereka harus mengatur waktu sedemikian rupa supaya tetap berkualitas untuk kehidupan romantis berdua dan juga dengan anak. Inilah orang tua hebat.
Perilaku pasangan kian dewasa
Ketika memiliki anak, pasangan biasanya akan menurunkan sifat egois masing-masing. Istri mungkin saja melihat suaminya yang dulu kekanak-kanakan menjadi sosok pria yang benar-benar dewasa. Sifatnya berubah demi menjadi ayah yang baik bagi anak-anaknya.
Komunikasi semakin intensif
Sebelum bayi lahir, istri biasanya menyiapkan seluruh kebutuhan suami sendiri. Suami pun tak perlu meminta atau bertanya sebab istri sudah sangat paham segalanya.
Setelah bayi lahir, suami biasanya akan menyadari bahwa istrinya lah sekarang yang membutuhkan lebih banyak bantuan ketimbang dirinya, mulai dari menyiapkan makanan bayi, memandikan bayi, mengganti popoknya, dan menyusuinya. Suami yang awalnya tidak suka membaca pikiran istrinya kini berusaha untuk melakukannya. Mereka akan bertanya apa yang bisa mereka bantu. Sejak saat itu, suami istri berkomunikasi lebih intensif dan saling mendukung satu sama lain.
Hubungan lebih kuat
Mitra atau partner tak sekadar kata yang digunakan pasangan. Itu harus diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebelum memiliki anak, suami bisa bangun lebih lama dari istri pukul 05.30 atau 06.00 WIB, namun setelah ada sang buah hati, suami mungkin saja harus bangun berbarengan dengan istrinya, maksimal pukul 05.00 WIB. Suami istri akan bekerja sama layaknya tim mulai dari menyiapkan sarapan, membersihkan rumah, merawat anak, sampai berangkat kerja ke kantor masing-masing.