Kamis 20 Aug 2015 16:45 WIB

Punya Alam Eksotis, Alor Gelar Festival Adventure dan Bahari 2015

Bupati Alor Amon Djobo (kiri) dan Menteri Pariwisata Arief Yahya (kanan) saat peluncuran Festival Adventure Indonesia dan Festival Bahari Alor 2015
Foto: ist
Bupati Alor Amon Djobo (kiri) dan Menteri Pariwisata Arief Yahya (kanan) saat peluncuran Festival Adventure Indonesia dan Festival Bahari Alor 2015

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski letaknya berada di ujung pulau Nusa Tenggara Timur yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, Kabupaten Alor menyimpan potensi wisata yang tinggi. Sebut saja eksotisme Gunung Sirung, indahnya terumbu karang dan keindahan bawah laut Alor serta ramah dan kentalnya budaya masyarakat Alor.

Karena itu, untuk lebih memperkenalkan potensi wisata di Kabupaten Alor, Kementerian Pariwisata mendukung penuh penyelenggaraan Festival Adventure Indonesia dan Festival Bahari Alor 2015. 

Festival ini diharapkan sebagai penggerak atau pembuka pintu masuknya wisatawan serta mempercepat perkembangan wisata di Kabupaten Alor. Selain itu juga mempersiapkan Alor sebagai tujuan wisata bahari dan mengajak masyarakat lokal untuk menjadi bagian dari perkembangan kepariwisataan di Alor.

"Alor yang masih asri dengan berbagai budaya unik perlu diperkenalkan sebagai tujuan wisata di daerah Indonesia Timur," ujar Bupati Alor Amon Djobo dalam jumpa pers di gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Kamis (20/8) siang.

Festival Adventure Indonesia akan berlangsung pada 15 hingga 20 September 2015 sementara Festival Bahari Alor berlangsung mulai 16 sampai dengan 18 September 2015.

Adi Gerimu, Chief Executive Officer Way2East yang juga Ketua Penyelenggara dua event tersebut, lebih jauh mengatakan, Festival Adventure Indonesia 2015 akan melibatkan sekitar 200 peserta yang akan mengekslporasi keindahan alam Alor dengan kegiatan petualang seperti menyelam (diving), bersepeda (cycling), pendakian (trekking/hiking), fotografi (camping, kuliner) serta culture tour.

Dalam culture tour peserta dapat menginap di kampung adat atau rumah penduduk dan berbaur dengan masyarakat lokal.

"Peserta yang sudah confirm hadir ada dari sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Australia serta Belanda," ujar Adi.

Sementara untuk Festival Bahari Akor akan diisi empat kegiatan bahari, yaitu Pou-Hari, upacara pemberian sesajen kepada roh-roh laut untuk memberikan berkat kepada maayarakat di Desa Alor Kecil berupa banyak ikan-ikan yang bermunculan di pinggir pantai akibat "Arus Laut Dingin".

"Yakni ada juga upacara Gala Soro, lomba foto bawah laut dan gala dinner di Pantai Batu Putih," ujar Adi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan pihaknya mendukung penuh terselenggaranya event ini. Menurutnya wisata bahari dan wisata petualangan di Indonesia perlu terus ditingkatkan agar Indonesia menjadi destinasi wisata utama dunia. 

"Untuk itu perlu promosi berkesinambungan agar wisata Indonesia lebih mendunia," ujar Menpar. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement