REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK -- Hongkong pada Selasa (18/8) kemarin mengingatkan warganya menghindari bepergian ke Bangkok, sedangkan pemerintah negara lain di Asia juga telah menganjurkan warganya lebih berhati-hati setelah terjadi ledakan bom di Ibukota Thailand, yang menewaskan 20 orang.
Warga dari Cina, Hongkong, Singapura, Indonesia dan Malaysia menjadi korban di antara 20 orang tewas akibat ledakan itu, sejumlah orang lain mengalami luka-luka.
Bahkan Hongkong diketahui telah membuat tanda peringatan berbahaya kepada seluruh warganya agar tidak melakukan perjalanan ke Thailand apapun urusannya.
"Warga yang berniat pelesiran ke Bangkok harus menyesuaikan rencana perjalanan dan menghindari perjalanan tidak penting, termasuk pesiar," kata juru bicara pemerintah dalam pernyataannya dilansir AFP Rabu (19/8).
Dikatakan lebih lanjut, bagi mereka yang sudah terlanjur berada disana, harus jeli memerhatikan pengumuman pemerintah setempat, memerhatikan keamanan diri dan menghindari tempat yang terdampak ledakan.
Badan Pariwisata Nasional Cina telah memerintahkan kantor cabang di Singapura untuk memberi bantuan terhadap wisatawan yang menjadi korban serta memandu wisatawan Cina untuk pulang ke negara mereka untuk menghindari bahaya.
Pihak berwenang Australia juga menyarankan warganya untuk mempelajari peringatan perjalanan terhadap Thailand dan akan selalu memperbaharui informasi kepada wisatawan yang terlanjur memiliki keperluan ke negeri Gajah Putih tersebut.
Meskipun hingga kini belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab atas ledakan tersebut, namun pemerintah Thailand mengatakan bahwa peledakan itu bertujuan merusak industri pariwisata dan menodai reputasi pemerintah.
Otoritas Pariwisata Thailand mengumumkan telah meningkatkan keamanan di tempat-tempat penting di seluruh penjuru Ibukota dan Polisi Kerajaan Thailand meminta "wisatawan serta warga setempat untuk berhati-hati setiap keluar dan masuk ke Bangkok".