Selasa 04 Aug 2015 11:14 WIB

Villa Epecuen, Ketika yang Hilang Kembali Muncul ke Permukaan

Rep: C27/ Red: Winda Destiana Putri
Villa Epecuen
Foto: Amusingplanet
Villa Epecuen

REPUBLIKA.CO.ID, Sebuah desa yang terendam akhirnya kembali kepermukaan. Villa Epecuen merupakan desa wisata yang terkenal pada zamannya harus menutup usia saat banjir melanda tempat tersebut.

Desa yang kembali ke permukaan ini bermula pada tahun 1920 di mana terdapat danau garam yang terletak di 600 kilometer sebelah barat daya dari Buenos Aires, Argentina. Terletak di sepanjang pantai Lago Epecuen, atau danau garam yang memiliki kadar garam tinggi kedua setelah Laut Mati.

Karena kandungan garam tersebut, Lago Epecuen menjadi tempat terapi yang begitu terkenal selama berabad-abad. Legenda mengatakan bahwa danau ini terbentuk oleh air mata dari tetua yang memangis karena rasa sakit akan cinta. Dikatakan bahawa Epecuen atau musim semi abadi bisa menyembuhkan depresi, rematik, penyakit kulit, anemia, bahkan mengobati diabetes.

Pada akhir abad ke-19, warga dan pengunjung mulai berdatangan dan memadati Villa Epecuen. Tempat ini mulai berubah, dari tempat yang awalnya penuh kedamaian menjadi penuh resort untuk para wisatawan.

Populasi semakin memuncak pada tahun 1970-an, hampir lebih dari 5000 orang. Sebanyak 300 usaha berkembang yang terdiri dari hotel, hostel, spa, toko-toko dan museum. Sekitar waktu yang tidak begitu lama dari masa puncak tempat ini, daerah tersebut mengalami cuaca buruk tidak seperti biasanya.

Villa Epecuen mulai diguyur hujan dalam jangka waktu yang panjang sehingga berakibat pada Lago Epecuean yang mulai menguapkan airnya. Pada 10 November 1985, volume air mulai menerobos batu dan bendungan, sehingga menggenangi wilayah desa hingga empat kaki di bawah air. Hal ini bertambah buruk pada tahun 1993, saat banjir lambat laun memakan desa ini dengan air hingga kedalaman 10 meter.

Setelah 25 tahun berlalu, pada tahun 2009, cuaca mulai membaik dan membuat air surut. Villa Epecuen mulai muncul kembali ke permukaan menampakan sisa-sisa kejayaannya di masa lalu, dilansir dari Amusingplanet, Senin (3/8).

Tempat ini seperti desa mati dengan bangunan-bangunan runtuh sepanjang mata memandang. Hingga saat ini hanya ada satu orang penduduk yang mendiami desa tengelam tersebut. Pablo Novak berusia 80 tahun mengaku merasa nyaman dan selalu teringat akan masa jaya dari desa yang sudah muncul kembali itu.

Berita Terkait
Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi