Kamis 30 Jul 2015 16:43 WIB

Banyuwangi Gelar Festival Perkusi Anak

Seorang model mengenalkan batik Banyuwangi. Ilustrasi
Foto: Antara
Seorang model mengenalkan batik Banyuwangi. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, akan menggelar Festival Perkusi dan Orkestra Anak di Gelanggang Seni dan Budaya (Gesibu) Blambangan, Sabtu (1/8).

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi MY Bramuda di Banyuwangi, Kamis (30/7), mengatakan pihaknya terus mengeksplorasi potensi ragam seni budaya yang dimiliki daerah itu. "Untuk kali pertama, dalam rangkaian Banyuwangi Festival 2015 akan digelar sebuah festival perkusi dan lalare orkestra atau orkestra anak. Festival musik tradisional ini akan dimainkan para musikus cilik," katanya.

Ia menjelaskan bahwa festival itu adalah sebuah pertunjukan musik yang dimainkan oleh 100 "lare" (anak kecil) Banyuwangi dari usia kanak-kanak hingga SLTP. Mereka yang tergabung dalam sebuah grup musik Radhen Pupus ini akan memainkan berbagai alat musik tradisonal, seperti angklung, kendang, rebana, gendang, drum dan seruling. Selain juga alat musik modern seperti gitar, harmonika, dan tamborin.

Anak-anak, kata dia, akan memainkan alat-alat musik tersebut dalam sebuah orkestra. Orkestra itu juga akan diramaikan oleh pesinden cilik andalan Banyuwangi dengan mengangkat lagu-lagu tradisional Banyuwangi.

Bramuda mengemukakan bahwa di kalangan musisi nasional, musik perkusi Banyuwangi diyakini sebagai salah satu yang sangat berpengaruh di Indonesia. "Budayawan Djaduk Ferianto sangat meyakini perkusi Banyuwangi itu kuat sekali pengaruhnya di nasional. Pukulan-pukulan perkusi Banyuwangi jadi rujukan musisi," ujar Bramuda.

Dalam festival tersebut, anak-anak Banyuwangi akan menampilkan 12 lagu-lagu khas Suku Using (masyarakat asli Banyuwangi) yang telah diaransemen, seperti Padang Ulan, Ulan Andhung-andhung, Layangan, dan Angklung Caruk. Sejumlah lagu daerah yang baru diciptakan juga akan ditampilkan.

"Kegiatan ini digelar dengan tujuan untuk terus menumbuhkan dan menjaga keberlangsungan musik trasidional Banyuwangi yang mulai tergerus musik modern saat ini. Kami pun berharap anak-anak kembali mencintai musik tradisonal dan akan terus mengembangkannya," katanya.

Selain itu, kata Bramuda, ini bisa menjadi gairah siswa siswi Banyuwangi untuk melestarikan musik-musik tradisional. Sehingga mereka bisa menjadikan belajar musik tradisional menjadi salah satu muatan lokal di sekolah-sekolah.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement