Senin 29 Jun 2015 10:23 WIB

Duduk di Belakang Pengidap MERS, Turis Inggris Dikarantina

Rep: C27/ Red: Winda Destiana Putri
Turis asal Inggris ini dikarantina selama dua minggu di Rumah Sakit Thailand
Foto: Dailymail
Turis asal Inggris ini dikarantina selama dua minggu di Rumah Sakit Thailand

REPUBLIKA.CO.ID, HUA HIN -- Seorang turis Inggris yang ingin mendalami bela diri harus di karantina di Thailand. Pasalnya, saat itu dirinya duduk di belakang seseorang yang membawa virus MERS di pesawat.

Awal bulan ini, Kerry Sue Newman terbang ke salah satu negara Asia Tenggara hanya untuk di karantina pada sebuah rumah sakit di distrik pantai Hua Hin selama dua minggu.

"Malam pertama saya merasa agak traumatis karena saya merasa terjebak di ruangan yang meyerupai sel ini. Namun saya berpikir tidak masalah dikurung dan dipenjarakan seperti ini," ujar wanita berusia 30 tahun dilansir dari Dailymail, Senin (29/6).

Ia menyadari bahwa kondisi seperti itu dilakukan untuk mewaspadai penyebaran virus MERS di daratan Thailand dan seluruh dunia. Virus ini begitu menakutkan dan sudah menelan banyak korban, terutama di Korea Selatan saat ini.

Wanita asal Brighton, East Sussex, ini mengaku sengaja mengambil cuti kerja selama enam bulan untuk berlatih di sebuah kamp bela diri di Thailand. Tidak disangka niatan itu justru mendorongnya harus mengalami karantina hingga 29 Juni.

Diceritakan pula olehnya, bahwa ia melakukan penerbangan pada tanggal 6, namun diubah menjadi tanggal 15 Juni. Menurutnya ini memang sudah menjadi takdir bahwa dirinya harus berada di dekat orang itu dan merasakan isolasi selama 10 hari.

Meskipun sedang di karantina, Newman tetap optimis ia berada pada kondisi optimal. Ia yakin tubuhnya sehat dan kuat, sehingga bisa melewati masa karantina ini dengan baik.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement