Sabtu 20 Jun 2015 09:47 WIB

Adakah Risiko Berpuasa Bagi Ibu Hamil?

Rep: C33/ Red: Winda Destiana Putri
Ibu Hamil (ilustrasi)
Ibu Hamil (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar medis telah melakukan beberapa penelitian bahwa seorang ibu hamil diperbolehkan berpuasa dengan segala risiko yang tentu harus diperhatikan.

Hal itu pula yang menjadi momok ketakutan dalam diri ibu hamil untuk berpuasa di bulan Ramadhan. Akan tetapi, benarkah anggapan puasa terlalu berisiko bagi mereka?

"Secara medis boleh puasa, tapi kalau ada keluhan medis sebelum bulan Ramadhan maka dianjurkan untuk tidak puasa," kata Dr. Ulul Albab, SpOG kepada Republika Jumat (19/6).

Menurutnya, prinsip puasa tidak akan mengganggu kehamilan asalkan sang ibu tidak dalam kondisi sakit atau ada kelainan medis pada janinnya. Sehingga kecil kemungkinan risiko berbahaya akan muncul.

Terkait usia kandungan, dr. Ulul mengatakan tidak ada kriteria khusus usia kehamilan di bulan berapa yang dianjurkan tidak puasa. Namun memang patut diketahui, usia kehamilan di trimester awal merupakan kondisi paling rentan. Apalagi di masa-masa itulah ibu hamil mengalami mual dan muntah secara signifikan.

"Di tiga awal pertama ya itu memang pasti sih mual dan muntah jadi masih mungkin aja puasa, kecuali muntah dan mualnya berlebihan ya jangan coba-coba puasa," tuturnya. Ia pun menekankan bahwa inti dari puasa hanya dibolehkan untuk ibu hamil yang sehat tanpa penyakit.

Tak hanya itu, ada baiknya memang sebelum memutuskan untuk berpuasa di bulan Ramadhan seperti ini, seorang ibu hamil perlu mengkonsultasikannya kepada dokter. Bagaiman perkembangan janin, kesehatan dirinya serta janin bila berpuasa selama satu bulan penuh.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement