Rabu 03 Jun 2015 17:36 WIB

Kembali Digelar, 'Jazz Gunung' Harmonisasikan Alam, Manusia dan Musik

Rep: c24‎/ Red: Hazliansyah
Tohpati Ethnomission dalam Jazz Gunung di Java Banana Bromo Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (9/7) petang.
Foto: Antara/Musyawir
Tohpati Ethnomission dalam Jazz Gunung di Java Banana Bromo Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (9/7) petang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panggung musik yang menawarkan keindahan alam dan suasana harmonis antara manusia, alam dan musik, Jazz Gunung akan kembali dilangsungkan. Selain menjadi sajian unik, acara ini juga dapat meningkatkan pariwisata budaya dan kultural.

"Gunung Bromo adalah gunung terindah ketiga di dunia, maka gunung ini layak diangkat agar menjadi tujuan pariwisata," ujar Sigit Pramono selaku penggagas acara saat jumpa pers di Griya Perbanas, Jakarta Selatan, Rabu (3/6).    

Djaduk Ferianto, seniman yang dari awal selalu mendukung kegiatan ini mengatakan, dia beserta rekan-rekannya yang lain memiliki visi untuk meningkatkan apresiasi terhadap musik jazz ‎etnik.

"Saya dan teman-teman yang terlibat dalam Jazz Gunung ini bermaksud memberi ‎nilai tambah pada pariwisata di Gunung Bromo dan menjadikan Jazz Gunung salah satu festival seni budaya andalan dalam program pariwisata Indonesia di mata dunia internasional." ujarnya.

Tahun ini Jazz Gunung akan dihelat pada 12 dan 13 Juni di panggung terbuka Java Banana, Bromo, Probolinggo, Jawa Timur.

Dalam perhelatan yang berlangsung selama dua hari, Jazz Gunung akan menampilkan Ring of Fire pimpinan Djaduk Ferianto yang berkolaborasi dengan penyanyi keroncong Endah Laras‎ dan gitaris Tohpati.

Selain mereka, masih banyak lagi musisi pengisi acara. Diantaranya Ina Ladies, Beben Jazz And Friend, Malacca Ensemble, Nita Aartsen Quatro dan lain-lain.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement