Rabu 04 Mar 2026 21:59 WIB

Aktor Ringgo Agus Cerita Pengalaman Menantang Selama Ramadhan

Anak pertama Ringgo, Bjorka DIeter, sudah ikut menjalankan ibadah puasa.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Pasangan selebritas Ringgo Agus dan Sabai Morscheck, Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesi Teresa Wibowo, Merchandising General Manager AZKO Helen Widjaja, dalam diskusi media di Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026).
Foto: Dok. Republika/Gumanti Awaliyah
Pasangan selebritas Ringgo Agus dan Sabai Morscheck, Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesi Teresa Wibowo, Merchandising General Manager AZKO Helen Widjaja, dalam diskusi media di Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktor Ringgo Agus Rahman membagikan pengalaman menantang selama Ramadhan bersama keluarga. Menurut dia, di awal-awal Ramadhan, salah satu momen yang paling membutuhkan penyesuaian adalah waktu sahur.

"Mungkin sama ya seperti teman-teman di sini. Kalau mau sahur itu pasti ada dramanya kan. Butuh penyesuaian baru," kata Ringgo dalam acara buka puasa media bersama Azko "Buat Ramadan dan Mudik Lebih Tenang" di Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026).

Baca Juga

Ringgo bercerita, momen membangunkan anak untuk sahur menjadi tantangan terberat. Terutama karena anak pertamanya, Bjorka Dieter Morcheck (10 tahun), sudah ikut menjalankan ibadah puasa.

"Membangunkan anak untuk sahur itu susahnya minta ampun. Pokoknya setelah sekali dibangunkan, jangan langsung ditinggal. Dia bisa tidur lagi," kata dia.

Karena harus bangun sahur, Ringgo mengaku jam tidurnya ikut berubah. Terkadang, setelah sahur ia tidak bisa tidur lama karena harus mengantar anaknya ke sekolah.

"Jam sekolah anak kan tidak berubah, ya. Jadi emang sekarang saya jadi suka ngantukan nih," ujar Ringgo.

photo
Ringgo Agus Rahman. - (dok Republika)

 

Sementara itu, istri Ringgo, Sabai Morscheck menceritakan bagaimana dia dan sang suami selalu berusaha menyeimbangkan waktu antara keluarga dan pekerjaan. Misalnya, ketika keduanya harus bekerja dan tidak bisa berbuka puasa di rumah, mereka selalu memastikan ada pengasuh serta makanan untuk anak-anak.

"Sekarang misalnya anak-anak di rumah dan kami bekerja, ya kami berusaha memantau mereka dan memastikan ada makanan untuk berbuka," kata Sabai.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement